Foto// Gubernur NTB lalu Muhammad Iqbal didampingi Bupati Kabupaten Lombok Utara H. Najmul Akhyar 

LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Senin (2/11/2026). Kehadiran sekolah yang berlokasi di Dusun Amor-Amor, Kecamatan Kayangan, ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pembukaan MPLS tersebut diresmikan langsung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, dan dihadiri Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Turut hadir anggota DPR RI Nanang Samodra, Hj. Lale Syifaun Nufus, dan H. Abdul Hadi, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Sosial dan jajaran Pemprov NTB.

Kepala Sentra Paramita Kemensos RI, Arif Rohman, menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan maupun capaian akademis.

Menurutnya, terdapat empat kelompok atau kuadran kondisi anak berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga dan capaian akademis. Anak-anak dari keluarga tidak mampu dengan capaian akademis rendah menjadi sasaran utama program tersebut.

"Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk merangkul anak-anak di kuadran keempat agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Di sini tidak ada istilah Drop Out (DO). Kami bekerja sama dengan Sentra Rehabilitasi Sosial untuk membina dan mendampingi tumbuh kembang mereka," ungkap Arif.

Ia menegaskan, program Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan fasilitas pendidikan formal, melainkan menjadi salah satu intervensi pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah bahkan menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh kabupaten di Indonesia dengan kapasitas hingga 2.000 siswa pada setiap sekolah.

Untuk mendukung program tersebut, pembangunan satu Sekolah Rakyat membutuhkan lahan sekitar 5 hingga 10 hektare dengan estimasi anggaran Rp250 miliar hingga Rp300 miliar.

Seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik juga ditanggung pemerintah, mulai dari asrama, konsumsi harian, laptop, seragam sekolah hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Sementara itu, Bupati KLU Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan Sekolah Rakyat di Lombok Utara.

Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan yang setara tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga.

"Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Ini membuktikan bahwa negara hadir memastikan setiap anak mendapat kesempatan belajar tanpa dibatasi latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi keluarga," ujarnya.


Najmul menilai program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, mandiri dan berdaya saing.


Ia juga berpesan kepada para guru dan tenaga kependidikan agar menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, ketulusan dan kasih sayang. Pendampingan terhadap peserta didik, kata dia, harus memperhatikan potensi, karakter serta kebutuhan masing-masing anak.


Di sisi lain, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan martabat keluarga.


Pemprov NTB, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Lombok Utara. Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis pemerintah pusat tersebut.


Kepada para peserta didik, Iqbal berpesan agar tidak minder dengan kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi, belajar dan meraih prestasi.


"Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berprestasi. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dari Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor ini, insyaallah akan lahir generasi unggul yang memberikan kontribusi besar bagi daerah, bangsa dan negara," pesannya.


Ia berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan formal, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pengembangan potensi dan pemberdayaan anak-anak.


Dengan dimulainya MPLS tersebut, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 KLU diharapkan menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam membuka kesempatan pendidikan bagi kelompok masyarakat yang selama ini rentan tertinggal, sekaligus menyiapkan generasi yang lebih mandiri dan berkualitas.