![]() |
| Foto//Direktur RSUD Lombok Utara, drg. Nova Budiharjo |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui pemenuhan sarana dan prasarana serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerima dukungan alat kesehatan canggih dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui program KJSU yang meliputi layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro.
Direktur RSUD Lombok Utara, drg. Nova Budiharjo, mengatakan bantuan alat kesehatan tersebut diberikan secara bertahap dalam dua tahun terakhir. Peralatan yang diterima di antaranya untuk menunjang pelayanan Intensive Care Unit (ICU), sitotoksik, radiologi hingga catheterization laboratory (cath lab).
“Kita dalam dua tahun ini diberikan bantuan alat untuk pelayanan ICU, sitotoksik, radiologi, hingga cath lab,” ujar drg. Nova, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pengadaan alat kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat. Pihak RSUD KLU menerima peralatan tersebut untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Terkait nilai bantuan, drg. Nova mengaku pihak rumah sakit tidak mengetahui secara pasti nominal anggaran yang dikeluarkan karena seluruh proses pengadaan dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Nilai alatnya kami tidak tahu pasti karena dianggarkan langsung dari pusat. Kami diberikan dalam bentuk alat dan manfaatnya untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain pemenuhan fasilitas kesehatan, RSUD KLU juga terus melakukan penguatan SDM, khususnya tenaga dokter spesialis. Salah satunya dengan menyiapkan dokter spesialis kanker yang saat ini masih menjalani pendidikan.
“Untuk spesialis kanker, dokter kita akan selesai pendidikan. Namun alat-alat penunjangnya kemungkinan baru diberikan pada 2027 mendatang,” katanya.
Dengan dukungan peralatan dan tenaga medis tersebut, pelayanan kanker di RSUD KLU ditargetkan dapat mulai beroperasi secara penuh pada akhir 2027 atau 2028.
drg. Nova menegaskan, penambahan dokter spesialis akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kesiapan fasilitas pendukung yang dimiliki rumah sakit
Penguatan fasilitas dan SDM tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan tingginya angka rujukan pasien dari Lombok Utara ke rumah sakit lain di luar daerah.
Selama ini, keterbatasan peralatan medis menjadi salah satu kendala dalam memberikan pelayanan secara optimal. Kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah peralatan lama yang digunakan sejak 2018 dan sempat terdampak gempa bumi serta masa penanganan pandemi COVID-19.
“Kondisi alat-alat kita memang masih terbatas dan banyak yang manual karena alat lama. Karena itu, kami sangat membutuhkan bantuan dari pusat,” ungkapnya.
RSUD KLU berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pemenuhan alat kesehatan dan pengembangan SDM terus berlanjut. Dengan demikian, pada 2027 hingga 2028 sarana, prasarana dan tenaga spesialis yang dibutuhkan dapat semakin lengkap.
“Mudah-mudahan pada 2027-2028 semua sarana dan SDM sudah lengkap, sehingga kita bisa mengoptimalkan pelayanan dan mengurangi angka rujukan,” pungkasnya.

0 Komentar