Breaking News

Antisipasi Kekeringan, DKP3 Lombok Utara Salurkan Delapan Pompa Air untuk Kelompok Tani

 

Foto//Kepala Dinas DKP3 Kabupaten Lombok Utara Tresnahadi, Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memperkuat langkah antisipasi dampak kekeringan ekstrem terhadap sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan delapan unit pompa air kepada delapan kelompok tani. 

Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air irigasi sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat kemarau panjang.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Kamis (15/10/2026).

Kepala DKP3 Lombok Utara, Tresnahadi, menjelaskan bahwa penyediaan pompa air merupakan bagian dari upaya mitigasi pemerintah untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau. 

Langkah ini dinilai penting mengingat sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, perubahan kondisi iklim yang sulit diprediksi dan berlangsungnya kemarau berkepanjangan dapat memengaruhi jadwal tanam hingga mengancam pertumbuhan tanaman di lahan persawahan.

“Penyerahan bantuan delapan unit pompa air ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk melakukan mitigasi serta langkah cepat tanggap darurat pangan,” ujarnya.

Ia menerangkan, pompa air tersebut dapat digunakan untuk memanfaatkan sumber air yang masih tersedia, seperti sungai, embung, maupun saluran irigasi sekunder. 

Melalui bantuan peralatan itu, air diharapkan bisa dialirkan ke areal persawahan yang mulai mengalami kekurangan pasokan.

Tresnahadi menambahkan, upaya mempertahankan tanaman yang sedang tumbuh menjadi perhatian utama agar petani tidak mengalami kerugian akibat kekeringan. 

Selain menjaga produktivitas lahan, pemanfaatan pompa air juga diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman serta mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Adapun delapan kelompok tani penerima bantuan tersebar di tiga desa. Di Desa Pemenang Barat, bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Sehati, Orong Tutul, dan Tiu Longkak. 

Selanjutnya, di Desa Sokong terdapat Kelompok Tani Karya Bakti, Pundukan Eleh, dan Prawira. Sementara di Desa Gondang, penerima bantuan adalah Kelompok Tani Telabah Berik dan Anggrek.

Tresnahadi menekankan agar seluruh kelompok penerima mengatur penggunaan pompa air secara kolektif melalui musyawarah. 

Pembagian jadwal pengairan perlu disepakati secara terbuka dan adil sehingga seluruh anggota kelompok yang membutuhkan air dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Selain pengaturan penggunaan, kelompok tani juga diminta menjaga kondisi mesin dengan melakukan perawatan secara rutin. 

Pemeliharaan berkala dinilai penting agar pompa air tetap berfungsi dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang.

Ia juga mengingatkan bahwa bantuan pemerintah harus benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, yakni untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. 

Pompa air yang tidak dimanfaatkan secara optimal atau dibiarkan tidak beroperasi dapat dialihkan maupun ditarik oleh dinas untuk selanjutnya diberikan kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan.

“Alat ini harus benar-benar dioperasikan di lapangan untuk mengairi lahan pertanian. Jika bantuan tidak dimanfaatkan secara optimal atau dibiarkan menganggur, dinas pertanian memiliki kewenangan untuk mengalihkan atau menarik bantuan tersebut dan memberikannya kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Tresnahadi turut mengapresiasi jajaran Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), tim kerja penyuluh pertanian, kepala UPTD, serta para penyuluh pertanian yang telah berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan petani dan mendukung proses pendataan calon penerima bantuan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan kelompok tani dapat memastikan bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi petani di lapangan. 

Dengan pengelolaan yang baik dan penggunaan yang tepat sasaran, ancaman gagal panen akibat kekurangan air diharapkan dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Lombok Utara tetap terjaga.


0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close