Breaking News

Puncak HUT ke-131 Desa Tanjung Digelar Meriah, Kades Dorong Pembentukan Kelurahan di Pusat Kota KLU

 

Foto// Pemotongan tumpeng Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), mencapai puncaknya di Alun-Alun Kota Tanjung, Sabtu (5/9/2026).


Jurnalis: Teno Haichal 

Editing. : AS


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), mencapai puncaknya di Alun-Alun Kota Tanjung, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, DPRD Provinsi NTB, DPRD KLU, TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga masyarakat Desa Tanjung.

Kepala Desa Tanjung, Budiawan, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung rangkaian peringatan hari jadi Desa Tanjung ke-131.

Menurutnya, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Ia menjelaskan, usia 131 tahun Desa Tanjung memiliki dasar sejarah yang telah ditelusuri oleh para sesepuh desa. Berdasarkan penelusuran sejarah, manuskrip dan situs-situs yang ditemukan menunjukkan bahwa Desa Tanjung lahir pada 5 September 1895.

“Kalau kita tarik benang lurusnya, maka tahun ini Desa Tanjung berusia 131 tahun,” ujar Budiawan.

Budiawan mengatakan, proses penelusuran sejarah tersebut sebelumnya dipimpin almarhum Datu Artadi bersama para sesepuh Desa Tanjung. Karena itu, peringatan hari jadi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mewariskan sejarah dan identitas Desa Tanjung.

Ia menyebut sejumlah desa di sekitar Tanjung juga memiliki keterkaitan sejarah sebagai hasil pemekaran dari Desa Tanjung, di antaranya Sokong, Jenggala dan Tegal Maja.

“Ini salah satu momentum untuk kita mengingat apa yang sudah diwariskan para leluhur,” katanya.

Dalam rangkaian HUT ke-131 tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu hal yang paling ditekankan. Sebelumnya, Desa Tanjung menggelar pawai budaya yang melibatkan kontingen dari 17 dusun.

Budiawan menyebut antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ribuan warga memadati ruas jalan dan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Selain pawai budaya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan jalan sehat dan berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat silaturahmi masyarakat.

“Wujud nyata hadirnya masyarakat itulah kata kunci sukses sebuah kegiatan, yakni gotong royong,” tegasnya.

Di tengah momentum HUT ke-131, Budiawan juga menyampaikan gagasan agar sebagian wilayah Desa Tanjung dapat diarahkan menjadi kelurahan.

Menurutnya, posisi Desa Tanjung yang berada di pusat pemerintahan dan menjadi bagian dari kawasan perkotaan membuat kebutuhan penataan wilayah menjadi semakin penting.

“Pusat pemerintahan di Tanjung, tetapi masih desa. Mari bersama-sama kita saling dukung, kita bentuk satu kelurahan baru di Tanjung ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wacana tersebut bukan untuk menghilangkan identitas Desa Tanjung. Sebaliknya, pembentukan kelurahan dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menyesuaikan tata kelola wilayah dengan perkembangan kawasan perkotaan.

Budiawan menegaskan, pembentukan kelurahan harus berasal dari aspirasi masyarakat atau bersifat bottom-up. Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat dan seluruh elemen Desa Tanjung untuk membahas gagasan tersebut secara bersama-sama.

“Kalau ada keinginan dari pemerintah daerah, ayo kita sambut. Kita kolaborasikan, seperti gayung bersambut,” katanya.

Budiawan mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Desa Tanjung.

Salah satunya persoalan pengelolaan sampah dan drainase. Ia menyinggung kondisi genangan air di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Tanjung yang sempat viral di media sosial.

Selain itu, persoalan saluran irigasi juga menjadi perhatian, terutama setelah pembangunan jalan yang dinilai berdampak terhadap aliran air menuju areal persawahan masyarakat.

“Kita harus berpikir lebih maju terkait bagaimana pengelolaan sampah kita yang masih menjadi PR,” katanya.

Meski demikian, Budiawan mengapresiasi dukungan Pemkab Lombok Utara dan anggota DPRD terhadap pembangunan infrastruktur di Desa Tanjung.

Ia menyebut hampir seluruh gang dan jalan lingkungan di 17 dusun telah mendapatkan perhatian melalui berbagai sumber pembiayaan, baik program Pemkab maupun aspirasi anggota DPRD kabupaten dan provinsi.

Budiawan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Desa Tanjung.

Menurutnya, masyarakat Desa Tanjung hidup dalam keberagaman dan harus tetap menjaga persatuan serta keharmonisan.

“Mari kita bersama-sama mengelola, menata desa kita ini dan merawat keberagamannya. Apa yang sudah kita dapatkan kita jaga, yang belum mari bersama-sama kita pikirkan,” pungkasnya.

Kepala DP2KBPMD KLU, Atmaja Gumbara, yang mewakili Bupati Lombok Utara dalam kesempatan tersebut turut menyinggung wacana pembentukan kelurahan di Desa Tanjung.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini juga tengah melakukan kajian terkait pembentukan kelurahan di wilayah Tanjung.

“Di Tanjung ini juga tengah dilakukan kajian untuk dilakukan pembentukan kelurahan. Mudah-mudahan nanti dengan dibentuknya kelurahan juga akan semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Atmaja.

Atmaja menilai Desa Tanjung memiliki posisi strategis karena berada di pusat pemerintahan sekaligus menjadi ibu kota Kabupaten Lombok Utara.

Karena itu, kondisi Desa Tanjung dinilai turut menentukan wajah KLU secara keseluruhan.

“Desa Tanjung ini menentukan wajah Lombok Utara. Apa pun aktivitas, apa pun kejadian, bagaimana bentuk infrastruktur di Desa Tanjung ini, menentukan wajah Lombok Utara di luar,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk terus membangun kolaborasi dengan Pemkab Lombok Utara.

Atmaja juga menyampaikan bahwa Pemkab KLU tengah mendorong proses pembentukan 26 desa persiapan sebagai bagian dari upaya mempercepat pelayanan dan pembangunan di daerah.

Ia berharap proses pemberian kode register bagi 26 desa persiapan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, sehingga selanjutnya dapat dilanjutkan dengan pelantikan penjabat kepala desa persiapan.

“Segala ikhtiar pemerintah daerah memerlukan kolaborasi bersama seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Atmaja Gumbara dalam kesempatan tersebut kemudian menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-131 Desa Tanjung.

Ia berharap tema peringatan, “Terwujudnya Desa Tanjung yang Maju, Mandiri, dan Harmonis”, dapat diwujudkan bersama oleh pemerintah desa dan seluruh masyarakat.

“Dirgahayu Desa Tanjung yang ke-131. Semoga semakin maju, semakin sejahtera, dan mampu mewujudkan Desa Tanjung yang maju, mandiri, dan harmonis,” tandasnya.


0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close