Breaking News

Perkuat SDM Pariwisata, Dispar KLU Gelar Beragam Pelatihan dan Sertifikasi

 

Foto// Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budiastuti, 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pariwisata terus memperkuat sektor pariwisata dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal serta memperkuat pemasaran dan branding daerah.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budiastuti, mengatakan penguatan SDM menjadi salah satu fokus utama yang telah dilakukan sepanjang 2025. Sebanyak 410 SDM pariwisata lokal telah mendapatkan pembekalan kepariwisataan.

“Pada tahun 2025 sebanyak 410 SDM pariwisata lokal telah mendapatkan pembekalan kepariwisataan,” jelas Dende Dewi, Kamis (3/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 220 orang telah mengikuti sertifikasi dan peningkatan kompetensi sesuai dengan standar industri pariwisata.

Menurut Dende, penguatan SDM merupakan pondasi penting dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan. Pemkab KLU tidak hanya mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan dan kesiapan pelaku wisata lokal.

“Kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga kualitas layanan dan kesiapan pelaku wisata lokal agar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.

Berbagai program pembekalan dan peningkatan kompetensi diberikan kepada pelaku pariwisata. Di antaranya sertifikasi front office bagi Pokdarwis dan OPD, sertifikasi pramuwisata muda atau guide, serta bimbingan teknis tata kelola bisnis dan pemasaran destinasi.

Selain itu, terdapat pelatihan upselling dan bahasa Inggris, sertifikasi gastronomi dan produk, sertifikasi laik, sanitasi dan higiene, hingga pelatihan pemandu wisata selam.

Penguatan juga dilakukan pada kelembagaan masyarakat. Sebanyak 22 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Lombok Utara mendapatkan pendampingan intensif sepanjang 2025.

Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata berbasis masyarakat.

Sementara dari sisi pemasaran dan branding daerah, Dinas Pariwisata KLU mencatat sejumlah capaian. Salah satunya Gili Festival 2025 yang berhasil masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 Kementerian Pariwisata RI.

Selain itu, Desa Wisata Senaru juga meraih satu nominasi penghargaan nasional pada tahun yang sama.

“Ini menunjukkan bahwa Lombok Utara semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Ini hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat,” kata Dende Dewi.

Sepanjang 2025, Lombok Utara juga menggelar 10 event daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik sekaligus promosi pariwisata.

Sejumlah event tersebut antara lain Lombok Coffeeland, Parade Budaya, Gili Festival dan Mandi Safar, Pameran Pembangunan, Mulud Adat, Sail Indonesia, Pemilihan Teruna Dedara, Gawe Beleg, dan Sasak Fest.

Dende berharap berbagai program tersebut dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

“SDM yang kuat dan branding yang tepat adalah kuncinya,” pungkasnya. 


0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close