![]() |
| Foto// Pawai Budaya HUT Desa Tanjung |
Jurnalis: Teno Haichal
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM– Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-131 Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung meriah. Ribuan masyarakat antusias memadati ruas jalan untuk mengikuti sekaligus menyaksikan parade budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Pawai budaya tersebut diikuti kontingen dari 17 dusun yang ada di Desa Tanjung. Tak hanya masyarakat dari masing-masing dusun, sejumlah lembaga pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, MI hingga SMP turut ambil bagian dengan menampilkan beragam kreativitas dan budaya.
Kepala Desa Tanjung, Budiawan, SH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan peserta yang telah ikut menyukseskan rangkaian peringatan hari jadi Desa Tanjung yang puncaknya akan berlangsung pada 5 September 2026.
Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini bahkan terlihat lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Ia mengaku bangga melihat kekompakan masyarakat dari seluruh dusun maupun sekolah yang ikut meramaikan pawai.
“Ini sebagai bentuk rasa cinta, kita wujudkan kecintaan kita sebagai masyarakat Desa Tanjung. Luar biasa, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala dusun dan masyarakat di masing-masing dusun se-Desa Tanjung,” ujar Budiawan Kamis (03/09/2026).
Ia menyebut, kemeriahan pawai tersebut bahkan mendapat apresiasi dari sejumlah tamu undangan. Tidak sedikit yang menilai skala pawai budaya Desa Tanjung sudah seperti pawai budaya tingkat Kabupaten Lombok Utara.
Budiawan mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan seni serta budaya yang diwariskan para leluhur.
Lebih jauh, Budiawan menjelaskan bahwa usia 131 tahun Desa Tanjung bukan angka yang muncul begitu saja. Penetapan hari jadi tersebut berdasarkan penelusuran sejarah yang dilakukan bersama para sesepuh desa, termasuk melalui manuskrip sejarah yang kemudian dibukukan menjadi sejarah Desa Tanjung.
Ia menyebut, Desa Tanjung bersama Desa Sesait merupakan dua desa di Lombok Utara yang tahun ini telah mencapai usia 131 tahun.
“Dari mana kita mendapatkan hari jadi ini? Dari penelusuran sejarah para sesepuh kita. Dari manuskrip, sehingga kita membukukan sejarah Desa Tanjung dalam bentuk buku,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budiawan juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Desa Tanjung. Menurutnya, masyarakat Desa Tanjung hidup dalam keberagaman keyakinan, yakni Muslim, Hindu, dan Buddha.
Namun, keberagaman tersebut selama ini dapat dirawat melalui semangat kebersamaan dan motto Desa Tanjung, yakni “Parus, Paras, dan Paros.”
“Keberagaman dan kebinekaan kita harus tetap bersatu. Inilah yang wajib kita jaga bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KBPMPD Lombok Utara, Atmaja Gumbara, yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam pawai budaya tersebut.
Ia mengaku terkejut melihat jumlah peserta yang memadati kegiatan. Menurutnya, kemeriahan pawai budaya Desa Tanjung bahkan tidak kalah dengan pawai budaya tingkat Kabupaten Lombok Utara.
“Kami agak terkejut, luar biasa Pak Kepala Desa Tanjung. Kami melihat peserta pawai budaya pada sore hari ini kalah dia peserta pawai budaya tingkat Kabupaten Lombok Utara,” kata Atmaja.
Menurut Atmaja, tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator kuat bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat.
Ia berharap kekompakan tersebut terus dipertahankan sehingga Desa Tanjung ke depan mampu menjadi desa yang mandiri, maju, harmonis, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ramainya antusiasme masyarakat, seluruh lapisan masyarakat Desa Tanjung ini merupakan salah satu indikator bagaimana kita bersama-sama mewujudkan pembangunan Desa Tanjung yang tidak lepas dari kebersamaan kita semua,” ujarnya.
Atmaja juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Desa Tanjung atas peringatan HUT ke-131. Ia menilai usia tersebut merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan kematangan sebuah desa dalam menghadapi berbagai dinamika.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu menghidupkan perekonomian masyarakat serta memberikan dampak terhadap kemajuan Lombok Utara.
Rangkaian HUT ke-131 Desa Tanjung tidak berhenti pada pawai budaya. Pemerintah desa juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan, di antaranya gotong royong, acara puncak HUT, serta jalan santai dan senam bersama yang akan menggunakan rute Car Free Day.
Berbagai doorprize juga disiapkan untuk masyarakat. Dukungan datang dari sejumlah pelaku usaha di wilayah Tanjung maupun anggota DPRD sehingga semakin menambah semarak rangkaian perayaan hari jadi Desa Tanjung.
Peringatan HUT ke-131 tersebut sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk merawat sejarah, budaya, kebersamaan, dan keberagaman yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Desa Tanjung.

0 Komentar