Breaking News

Kunjungan Tiga Gili Baru 500 Ribu hingga Agustus, KLU Kejar Target 1 Juta Wisatawan

 


Foto// Wisatawan mancanegara datang di pelabuhan Gili Trawangan Lombok Utara 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), masih berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Tiga Gili hingga akhir 2026. Pasalnya, hingga Agustus, jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 500 ribu orang dari target satu juta wisatawan dalam setahun.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan pihaknya tetap mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dengan berbagai upaya promosi dan penguatan koordinasi bersama pelaku usaha pariwisata.

Menurutnya, dengan kondisi pariwisata saat ini, pemerintah daerah setidaknya berharap capaian kunjungan dapat menyamai realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 810 ribu kunjungan.

“Tahun lalu kita sekitar 810 ribu kunjungan. Dengan kondisi yang ada sekarang, minimal kita berharap bisa mencapai angka tersebut, bahkan kalau memungkinkan bisa melampauinya,” kata Denda, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi kondisi keamanan dan kenyamanan di destinasi. Persepsi wisatawan terhadap situasi umum juga menjadi salah satu faktor yang menentukan minat berkunjung ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata.

Hingga Agustus 2026, realisasi retribusi kunjungan wisatawan tercatat hampir Rp7 miliar. Sementara target yang ditetapkan sepanjang tahun mencapai Rp16,5 miliar.

Denda mengakui target tersebut masih cukup berat untuk dicapai hingga akhir tahun. Namun, peluang peningkatan penerimaan masih terbuka apabila kondisi pariwisata semakin kondusif dan pelayanan kepada wisatawan dapat berjalan optimal.

“Target Rp16,5 miliar memang masih cukup berat. Sebenarnya masih ada peluang untuk tercapai, tetapi asumsi situasi yang aman dan kondusif belum sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Denda, sejumlah persoalan yang berkembang, termasuk dinamika geopolitik dan persoalan pelayanan umum, dapat berdampak terhadap aktivitas pariwisata. Karena itu, keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam industri pariwisata.

Ia menambahkan, optimalisasi PAD menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kemandirian fiskal Lombok Utara, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan transfer dari pemerintah pusat.

Daerah, kata dia, perlu mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan agar tidak terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah pusat.

“PAD ini nantinya kembali untuk masyarakat. Bisa digunakan untuk destinasi pariwisata, kesehatan, maupun mendukung perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Untuk menjaga pertumbuhan sektor pariwisata, Dinas Pariwisata Lombok Utara juga memperkuat koordinasi dengan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di kawasan Tiga Gili.

Koordinasi tersebut melibatkan pengelola hotel dan restoran, agen perjalanan, asosiasi pariwisata, pengusaha kapal cepat, hingga pelaku usaha lainnya.

Denda menegaskan keamanan dan kenyamanan wisatawan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pariwisata.

“Koordinasi diperlukan untuk memastikan wisatawan memperoleh pengalaman yang aman dan nyaman sejak tiba, selama berada di destinasi, hingga meninggalkan kawasan Tiga Gili,” pungkasnya.


0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close