LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Kunjungan Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia ke Kabupaten Lombok Utara pada 5–6 September 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke tingkat internasional.
Pemkab Lombok Utara bersama Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan sejumlah lokasi yang masuk dalam agenda kunjungan. Tidak hanya destinasi wisata, agenda tersebut juga menampilkan potensi ekowisata, konservasi lingkungan, ekonomi biru hingga kearifan lokal masyarakat adat.
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri mengatakan, pihaknya bersama Pemprov NTB terus mematangkan persiapan di setiap lokasi yang akan dikunjungi rombongan Putri Mahkota Victoria.
“Intinya, kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok Utara siap kami terima dengan baik. Kami akan mempersiapkan dengan matang terkait lokasi-lokasi yang akan dikunjungi,” ujar Kusmalahadi usai rapat persiapan, Rabu (2/9).
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan berbagai potensi Lombok Utara, terutama sektor pariwisata yang selama ini tidak hanya bertumpu pada wisata bahari di kawasan Gili.
Salah satu agenda utama berada di kawasan ekowisata Gili Meno. Di lokasi tersebut, rombongan dijadwalkan berdialog mengenai pengembangan inisiatif ekonomi biru, meninjau penangkaran penyu, pelepasan tukik, hingga melihat kegiatan transplantasi terumbu karang.
Rombongan juga dijadwalkan mengikuti diskusi mengenai pengembangan budidaya rumput laut. Rangkaian agenda ini dinilai memperlihatkan keterkaitan antara pariwisata, kelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain Gili Meno, agenda kunjungan juga diarahkan ke Kampung Adat Bayan. Di kawasan tersebut, rombongan akan melakukan penanaman pohon di area Mata Air Mandala, menyusuri Hutan Adat Bayan, serta berdialog dengan masyarakat adat di Desa Karang Bajo mengenai kebudayaan dan kearifan lokal.
Kusmalahadi menyebut, kunjungan tersebut menjadi kehormatan tersendiri bagi Lombok Utara. Meskipun bukan merupakan kunjungan kenegaraan formal, kehadiran Putri Mahkota Swedia dinilai menjadi bagian dari hubungan dan diplomasi antarnegara.
“Hal ini patut kami ucapkan terima kasih, karena Kabupaten Lombok Utara merupakan bagian penting dari lokasi yang dikunjungi,” katanya.
Pada hari pertama, Sabtu (5/9), rombongan dijadwalkan mengunjungi Bale KITA dan gerai penyaluran produk UMKM NTB. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melihat hasil rekonstruksi pascagempa di SMKN 1 Pemenang serta penerapan sistem monitoring logistik kesehatan (SMILE) di Puskesmas Pemenang.
Pemkab Lombok Utara berharap seluruh rangkaian kunjungan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan Lombok Utara sebagai daerah yang memiliki kekayaan destinasi wisata sekaligus potensi pariwisata berkelanjutan.
“Yang pasti, saat ini kami bersama Pemprov NTB terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kesiapan setiap lokasi dan agenda yang akan dikunjungi,” imbuhnya.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya mempererat hubungan dan kerja sama internasional, tetapi juga membuka peluang semakin dikenalnya potensi pariwisata Lombok Utara, mulai dari wisata bahari, ekowisata, konservasi, ekonomi biru hingga wisata budaya berbasis masyarakat adat.

0 Komentar