DPRD Soroti Sampah Menumpuk di Pasar Tanjung, DLH Diminta Tambah Kontainer dan Pasang CCTV
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Tumpukan sampah di kawasan Pasar Tanjung kembali menjadi sorotan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis lainnya didesak segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, S.Sos., meminta pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pola penanganan sampah secara konvensional. Menurutnya, diperlukan strategi yang lebih efektif dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Salah satu langkah mendesak yang perlu dilakukan adalah menambah fasilitas tempat pembuangan sampah berupa kontainer di sekitar Pasar Tanjung. Sebab, minimnya fasilitas tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu masyarakat membuang sampah di sembarang tempat.
"Kami minta Dinas LH kembali menempatkan kontainer di depan Pasar Tanjung. Karena tidak ada tempat pembuangan sampah, akhirnya warga menaruh sampah di sembarang tempat," ungkap Artadi, Senin (21/9/2026).
Ia mengaku, persoalan sampah di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, upaya pembersihan yang dilakukan sejumlah kader Partai Gerindra bersama dirinya belum mampu menyelesaikan persoalan penumpukan sampah secara berkelanjutan.
Artadi menuturkan, pihaknya bersama kader Gerindra telah turun langsung membersihkan sampah di kawasan Pasar Tanjung pada Minggu sebelumnya. Namun, hanya berselang sehari, tumpukan sampah kembali terlihat di sejumlah titik.
" Hari Minggu kemarin kami dari Gerindra bersama kader-kader sudah turun membersihkan sampah di area itu. Tetapi, hanya dalam sehari, tadi pagi saya lihat sudah menumpuk lagi," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat. Pemerintah daerah perlu membenahi sistem pengelolaan, mulai dari penyediaan sarana pembuangan, pengangkutan, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat.
Selain meminta penambahan kontainer, Artadi juga mendorong pemerintah daerah memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar.
Pemasangan CCTV dinilai penting untuk memantau aktivitas masyarakat sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang masih membuang sampah tidak pada tempatnya.
"Kita minta juga dinas terkait untuk memasang CCTV di depan pasar, di lokasi mereka membuang sampah tersebut, supaya kelihatan mana masyarakat yang membuang sampah sembarangan," tegasnya.
Artadi berharap, OPD teknis segera merespons persoalan tersebut melalui langkah yang terukur. Dengan ketersediaan fasilitas yang memadai serta pengawasan yang lebih ketat, kawasan Pasar Tanjung diharapkan tidak terus-menerus menjadi titik penumpukan sampah.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk peningkatan kesadaran masyarakat dan tata kelola retribusi persampahan agar partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.

0 Komentar