![]() |
| Foto//Kepala DPMPTSP-Naker KLU, Evi Winarni |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis target realisasi investasi yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat tercapai.
Optimisme tersebut didukung tren investasi yang menunjukkan perkembangan positif, termasuk mulai masuknya sejumlah calon investor asing yang telah mengambil langkah awal dengan membeli maupun menyewa lahan di wilayah KLU.
Kepala DPMPTSP-Naker KLU, Evi Winarni, mengatakan, meskipun sebagian calon investor baru belum dapat dicatat sebagai realisasi investasi, pihaknya melihat adanya keseriusan untuk menanamkan modal di Lombok Utara.
“Kalau realisasi investasi kami optimis mencapai target RPJMD. Di atas satu, kita optimis itu,” kata Evi.
Menurut Evi, pembelian maupun penyewaan lahan oleh calon investor menjadi salah satu indikator keseriusan dalam merealisasikan rencana investasi.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa investor tidak hanya melakukan penjajakan, tetapi mulai mempersiapkan kebutuhan untuk pengembangan usaha.
“Setiap ada calon investasi yang datang, mereka sudah membeli tanah, kadang menyewa dan sebagainya. Jadi itu bentuk keseriusan mereka,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sebagian investasi baru yang tengah menjajaki KLU merupakan Penanaman Modal Asing (PMA).
Namun, investasi tersebut belum dapat dimasukkan dalam pencatatan realisasi karena masih berada pada tahap persiapan dan pemenuhan berbagai persyaratan.
DPMPTSP-Naker KLU, lanjut Evi, akan memberikan pendampingan kepada calon investor agar proses investasi berjalan sesuai ketentuan.
Pendampingan perizinan akan dilakukan setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap serta memenuhi prinsip clean and clear.
“Kita akan dampingi nanti. Kalau memang sudah clean and clear, karena ini PMA, ada persyaratan-persyaratan. Kalau sudah clear, kita akan segera dampingi untuk perizinannya,” jelas Evi.
Terkait nilai realisasi investasi hingga Agustus 2026, Evi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan angka tersebut.
Hal ini lantaran pencatatan dan pengakuan realisasi investasi yang dilakukan pemerintah daerah baru mencakup periode hingga Juli atau semester pertama.
“Kalau untuk Agustus belum bisa kita clear-kan, karena pencatatan pengakuannya itu di semester satu, artinya baru sampai Juli,” katanya.
Meski demikian, Evi tetap optimistis perkembangan investasi yang ada mampu mendorong pencapaian target RPJMD KLU.
Ia menilai, tren positif serta keseriusan calon investor menjadi modal penting bagi daerah dalam meningkatkan realisasi investasi.
“Kalau kita lihat trennya, insyaallah bisa tercapai,” tutupnya.

0 Komentar