![]() |
RSUD KLU Mulai Operasikan Gedung Baru PICU-NICU, Kapasitas Ditargetkan Bertambah |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai mengoperasikan secara bertahap gedung baru Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Pemanfaatan gedung baru tersebut dilakukan setelah persoalan akses menuju gedung berhasil diselesaikan. Saat ini, proses pemindahan layanan dari gedung lama ke fasilitas baru mulai dilakukan secara bertahap.
Direktur RSUD KLU, drg. Nova, mengatakan pemanfaatan gedung baru PICU-NICU ditargetkan berjalan penuh pada tahun ini. Beberapa bagian gedung sudah mulai difungsikan, sementara proses pemindahan layanan masih terus dilakukan.
“Pemanfaatannya memang tahun ini, proses perpindahan sudah mulai dilakukan pelan-pelan untuk bagian dalam. Karena ini gedung baru dari DAK Pusat, nanti kalau sudah selesai semua, rencananya akan kita launching,” kata drg. Nova.
Ia menjelaskan, gedung baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan bagi pasien anak maupun bayi yang membutuhkan perawatan intensif.
Saat ini RSUD KLU memiliki 11 tempat tidur untuk layanan PICU dan NICU. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 18 unit setelah bantuan sarana dan prasarana berupa tempat tidur serta inkubator dari pemerintah pusat tersedia.
“Gedungnya selesai dibangun tahun kemarin, sedangkan penambahan bed serta inkubatornya dialokasikan tahun ini dari pusat. Saat ini gedung sudah bisa digunakan, yang di lantai atas sudah difungsikan, sementara lantai bawah ditargetkan bulan ini bisa ditempati,” jelasnya.
Namun, untuk sementara kapasitas pelayanan masih sama seperti fasilitas sebelumnya. Sebab, sarana dan prasarana tambahan yang dialokasikan pemerintah pusat belum seluruhnya tiba.
Selain pengembangan layanan PICU dan NICU, RSUD KLU juga tengah mempersiapkan penguatan layanan kesehatan melalui program Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) dari pemerintah pusat.
Pengembangan tersebut dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis. Saat ini rumah sakit telah menambah sejumlah tenaga spesialis, di antaranya dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi.
RSUD KLU juga akan mendapat tambahan dokter spesialis pada tahun depan. Dua dokter spesialis yang saat ini masih menjalani pendidikan, yakni spesialis jantung dan spesialis paru, direncanakan kembali bertugas di RSUD KLU setelah menyelesaikan pendidikan.
“Tahun depan, dokter spesialis PNS kita yang sedang menempuh pendidikan juga akan pulang, yaitu spesialis jantung dan spesialis paru,” ujarnya.
Di samping mengandalkan dokter spesialis yang berstatus aparatur pemerintah, manajemen RSUD KLU juga membuka peluang bagi dokter spesialis dari luar daerah untuk bergabung melalui skema kontrak.
Menurut drg. Nova, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jika ada dokter spesialis luar yang mau mengabdi ke sini tetap kita terima melalui skema kontrak demi mendongkrak kualitas pelayanan,” katanya.
Saat ini RSUD KLU tercatat memiliki 25 dokter spesialis dan 22 dokter umum. Jumlah tersebut dinilai telah melampaui standar minimal kebutuhan tenaga medis untuk rumah sakit tipe C.
Meski demikian, manajemen RSUD KLU memastikan penguatan sumber daya manusia dan sarana pelayanan tetap dilakukan secara bertahap. Hal itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas di Kabupaten Lombok Utara.

0 Komentar