![]() |
| Polsek Sekotong Kejar Pelaku Curas Bermodus Bantuan Sembako, Isu Penculikan Anak Dipastikan Hoaks |
LOMBOK BARAT, PENANTB.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan penculikan anak di Dusun Gunung Kosong, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, tidak benar.
Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus mengiming-imingi korban bantuan sembako dan uang tunai.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) itu kini ditangani Unit Reskrim Polsek Sekotong. Sementara itu, kepolisian juga meningkatkan patroli di wilayah rawan serta memberikan edukasi kepada masyarakat dan sekolah-sekolah agar lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang menyasar anak-anak maupun remaja.
Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia melalui Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi yang ramai beredar di media sosial mengenai dugaan penculikan.
"Begitu menerima informasi yang beredar di media sosial, personel Polsek Sekotong langsung mendatangi lokasi untuk memastikan fakta yang sebenarnya," ujar Iptu I Ketut Suriarta.
Dari hasil pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi, polisi memastikan tidak ada unsur penculikan sebagaimana yang beredar di masyarakat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan saksi, kami memastikan bahwa informasi mengenai penculikan tersebut tidak benar. Kejadian yang sebenarnya adalah tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan modus membujuk korban menggunakan iming-iming bantuan sembako dan uang," jelasnya.
Korban diketahui merupakan seorang pria berusia 19 tahun, warga Dusun Gunung Kosong, Desa Sekotong Tengah. Saat kejadian, korban sedang duduk di berugak depan rumahnya ketika didatangi seorang pria yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
Pelaku kemudian mengajak korban mengambil bantuan sembako di wilayah Dusun Repok Gapuk, Desa Taman Baru. Untuk meyakinkan korban, pelaku menjanjikan uang tunai sebesar Rp200 ribu apabila bersedia ikut.
Sebelum berangkat, pelaku sempat menanyakan apakah korban membawa telepon seluler. Saat korban menjawab tidak, pelaku meminta korban mengambil ponselnya dengan alasan agar keduanya dapat saling bertukar nomor telepon.
Setelah korban membawa telepon genggamnya, pelaku membonceng korban menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU berwarna merah menuju arah Desa Buwun Mas.
Namun ketika melintas di kawasan sepi sekitar Jurang Dalang, Dusun Lemer, Desa Buwun Mas, pelaku tiba-tiba menghentikan sepeda motornya dan mengancam korban agar menyerahkan telepon genggam miliknya.
Korban sempat memberikan perlawanan, tetapi pelaku mendorong tubuh korban hingga terjatuh. Akibatnya, korban mengalami luka lecet pada kedua telapak tangan serta memar karena terhempas.
Usai berhasil merampas telepon genggam korban, pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. Korban kemudian pulang dan didampingi orang tua serta Kepala Dusun Gunung Kosong untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sekotong.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Sekotong masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap identitas pelaku.
"Saat ini anggota kami sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi. Kami akan mengupayakan pengungkapan kasus ini secepat mungkin," tegas Kapolsek.
Selain memburu pelaku, Polres Lombok Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kapolsek mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan memberikan pemahaman agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terlebih jika diajak pergi dengan iming-iming uang maupun bantuan tertentu.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar selalu mengawasi aktivitas anak-anak serta memberikan pemahaman supaya tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terlebih apabila diajak pergi dengan janji pemberian uang atau bantuan tertentu," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, jajaran Polsek Sekotong juga meningkatkan patroli di jam-jam rawan serta memberikan sosialisasi dan imbauan kamtibmas hingga ke lingkungan sekolah.
"Meningkatkan kegiatan patroli, termasuk ke lingkungan sekolah, sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang," pungkas Iptu I Ketut Suriarta.

0 Komentar