Breaking News

Pembangunan Gedung BPBD KLU Dimulai, Kantor Inspektorat Tembus Progres 25 Persen

 

Foto//Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai merealisasikan pembangunan gedung baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Proyek senilai sekitar Rp4,7 miliar itu kini telah memasuki tahap pelaksanaan dengan alat berat yang sudah mulai beroperasi di lokasi pembangunan.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya, mengatakan area proyek telah dipagar dan disterilkan untuk mendukung kelancaran proses konstruksi. 

Lokasi pembangunan berada di Kecamatan Gangga, tepat di depan Polsek Gangga dan berdampingan dengan Koramil Gangga.

Menurut Rangga, meski waktu pelaksanaan proyek BPBD lebih singkat dibanding pembangunan Gedung Inspektorat, pihaknya tetap optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

"Kalau Inspektorat waktu pelaksanaannya sekitar enam bulan, sedangkan BPBD sekitar lima bulan karena proses lelangnya terlambat," ujarnya.

Ia menjelaskan, durasi pekerjaan yang lebih padat merupakan konsekuensi dari keterlambatan proses pengadaan. 

Meski demikian, pelaksanaan konstruksi telah berjalan dan diharapkan tidak mengalami hambatan berarti.

Dari sisi desain, gedung BPBD mengusung konsep yang hampir serupa dengan bangunan perkantoran pemerintah lainnya di Kabupaten Lombok Utara. 

Perbedaan utamanya terletak pada tampilan eksterior dan pemilihan warna bangunan.

"Gedung Inspektorat dirancang memiliki ornamen pada bagian depan, sementara gedung BPBD lebih mengadopsi nuansa warna khas BPBD yang didominasi warna oranye," jelas Rangga.

Sementara itu, pembangunan Gedung Kantor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. 

Hingga saat ini progres fisik proyek telah mencapai sekitar 25 persen.

Rangga mengatakan pekerjaan Kantor Inspektorat berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. 

Seluruh material utama seperti besi, bekisting, dan kebutuhan konstruksi lainnya telah tersedia di lokasi sehingga pekerjaan dapat terus dipercepat.

"Progres Kantor Inspektorat sudah masuk sekitar 25 persen. Mudah-mudahan akhir November nanti sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over (PHO)," katanya.

Ia menambahkan, ketersediaan material di lapangan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung percepatan pembangunan. Hingga kini belum terdapat kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian proyek.


Jurnalis : Teno Haichal

Editor.    : As


0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close