![]() |
| Foto//Pelabuhan Bangsal Pemenang Kabupaten Lombok Utara |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan belum ada rencana resmi terkait pemindahan trayek kapal cepat (fast boat) dari Bali menuju Pelabuhan Senggigi, Lombok Barat.
Hingga saat ini, Pelabuhan Bangsal di Kecamatan Pemenang masih dinilai menjadi pintu masuk utama yang paling siap melayani lalu lintas kapal cepat wisatawan menuju sejumlah destinasi wisata di Lombok Utara.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Syahbandar Pemenang terkait berkembangnya isu pengalihan trayek tersebut.
Dari hasil koordinasi, kata Dende, belum terdapat pembahasan maupun keputusan resmi mengenai pemindahan jalur kapal cepat ke Senggigi dalam waktu dekat.
“Kami sudah koordinasi dengan pihak Syahbandar Pemenang yang juga membawahi wilayah Senggigi. Untuk saat ini hingga beberapa tahun ke depan, belum ada rencana pemindahan trayek,” ujarnya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, perubahan jalur transportasi laut yang menjadi akses utama wisatawan membutuhkan kesiapan infrastruktur serta pelayanan penumpang yang memadai.
Dalam hal ini, Pelabuhan Bangsal dinilai memiliki kesiapan teknis yang lebih matang untuk melayani aktivitas fast boat dengan volume penumpang yang tinggi.
“Pertanyaannya, sudah siapkah infrastruktur di sana (Senggigi,red) menerima sekian banyak kapal cepat? Bagaimana pelayanan penumpangnya? Realitasnya, saat ini hanya Bangsal yang paling siap,” tuturnya.
Meski demikian, Dende menilai munculnya wacana pengalihan trayek tersebut merupakan hal yang wajar. Ia menduga wacana itu berkaitan dengan upaya pemerintah di wilayah Lombok Barat untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata Senggigi.
“Sah-sah saja jika ada wacana tersebut. Mungkin itu harapan jajaran pemerintah di sana sebagai strategi menghidupkan kembali Senggigi. Tapi sekali lagi, secara resmi belum ada pembahasan atau keputusan dari Syahbandar,” terangnya.
Di tengah isu tersebut, Dinas Pariwisata KLU memastikan tetap fokus memperkuat sektor pariwisata di daerahnya. Pembenahan destinasi dan peningkatan pelayanan wisatawan terus dilakukan untuk mendukung peningkatan angka kunjungan.
Pemkab KLU menargetkan jumlah kunjungan wisatawan pada 2026 mencapai 1 juta orang. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 800 ribu wisatawan.
“Kami tidak ingin berspekulasi (soal dampak pengalihan,red). Fokus kami adalah membenahi pariwisata KLU agar kunjungan terus naik. Semoga tahun ini target satu juta wisatawan bisa tercapai,” pungkasnya.

0 Komentar