Breaking News

Maulid Adat Bayan Jadi Event Nasional, Dekranasda NTB Dorong Tenun KLU Terus Dilestarikan

 

Foto// Festival Jong Bayan rangkaian dari acara Maulid adat Bayan 



Penulis : Teno Haichal 

Editor.   : As Pena NTB


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sinta M. Iqbal, menghadiri rangkaian Maulid Adat Bayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutannya, Sinta mengaku bersyukur dapat hadir langsung dalam pelaksanaan Maulid Adat Bayan. Ia menyebut kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena menjadi salah satu event budaya yang masuk dalam daftar event nasional Kementerian Pariwisata.

“Saya berterima kasih sekali diizinkan hadir di kegiatan hari ini. Ini Maulid Adat Bayan pertama saya. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengikuti lebih banyak lagi kegiatan ini,” ujarnya.

Sinta berharap Maulid Adat Bayan tetap dipertahankan dalam daftar event nasional Kementerian Pariwisata pada tahun-tahun mendatang.

Ia menjelaskan, masuknya sebuah kegiatan ke dalam daftar event nasional bukan perkara mudah. Dari ratusan kegiatan yang diusulkan dari berbagai daerah, hanya event tertentu yang dapat masuk dalam daftar tersebut.

“Dari 38 provinsi ada 125 event. Jadi ini tidak banyak. Kita sebagai warga Nusa Tenggara Barat, terutama teman-teman keluarga Bayan, harus sangat berbangga hati dan menjaga betul budaya yang saat ini sudah ada,” katanya.

Selain Maulid Adat Bayan, Sinta juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan kerajinan tenun khas Lombok Utara. Menurutnya, keberadaan tenun KLU harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ia mengaku saat ini semakin sulit menemukan tenun khas KLU, bahkan di Kota Mataram. Karena itu, para penenun diminta terus mempertahankan keterampilan tersebut dan mewariskannya kepada generasi muda.

“Saya titip supaya jangan sampai tenun KLU ini hilang. Sekarang harus diakui bahwa tenun KLU sudah mulai sulit didapati. Di Mataram saja susah mencari tenun KLU, apalagi di Jakarta,” tegasnya.

Sinta menilai tenun KLU memiliki masa depan yang besar karena mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan produk tenun dari daerah lain di Lombok maupun NTB.

Ia juga mendorong pemerintah desa, kecamatan, hingga sekolah untuk ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan tradisi menenun.

“Tenun KLU ini sangat memiliki masa depan karena keunikannya berbeda dibandingkan yang lain. Saya titip kepada kepala desa dan camat untuk terus dihidupkan, di sekolah-sekolah diajarkan dan ditekankan terus, mungkin semakin sering,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, mengatakan Maulid Adat Bayan merupakan salah satu kekayaan budaya yang menjadi identitas penting masyarakat KLU.

Menurutnya, tradisi tersebut menunjukkan adanya hubungan yang erat antara agama dan budaya dalam kehidupan masyarakat Lombok Utara.

“Maulid Adat ini memberikan kita gambaran bahwa agama dan budaya itu saling berdampingan dan bahkan saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat kita, khususnya di Kabupaten Lombok Utara,” kata Sahabudin.

Ia juga menilai kehidupan budaya di Lombok Utara menunjukkan proses akulturasi berbagai tradisi. Hal itu terlihat dari berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Maulid Adat Bayan.

Sahabudin menyebut keterbukaan terhadap berbagai budaya menjadi salah satu modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Di sini kita diberikan gambaran bahwa telah terjadi akulturasi antara berbagai budaya, baik budaya kita sendiri di Bayan dengan berbagai adat lain, baik adat Jawa maupun adat Bali,” jelasnya.

Menurutnya, adat juga memiliki peran dalam membentuk dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Dengan terjaganya solidaritas tersebut, keharmonisan antara masyarakat setempat dan masyarakat dari luar daerah diharapkan terus terpelihara.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, lanjut Sahabudin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang telah menjadikan Maulid Adat Bayan sebagai salah satu event nasional.

“Dengan adanya ini tentunya adat kami di Kabupaten Lombok Utara insyaallah akan terus terjaga, baik budaya aslinya maupun budaya hasil dari akulturasi tadi,” ujarnya.

Sahabudin juga menyampaikan salam dari Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas pemerintahan di luar daerah.

Ia berharap ke depan pelaksanaan Maulid Adat Bayan dapat terus ditingkatkan. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi berbagai masukan dari pemerintah provinsi maupun pihak terkait agar penyelenggaraan kegiatan tersebut semakin baik.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, kami menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang dalam pelaksanaan Maulid Adat Bayan,” pungkasnya.


0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close