![]() |
| Foto// I Made Karyasa saat memberikan bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan pesisir |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Upaya meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat pesisir terus dilakukan melalui penguatan sarana usaha nelayan. Salah satunya melalui penyerahan bantuan sarana dan alat tangkap perikanan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mekar Sari dan KUB Rahayu. Rabu (12/08/2026).
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut, memperluas jangkauan daerah tangkap, sekaligus mendorong peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan keluarga nelayan.
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lombok Utara, Made Karyasa, menyampaikan bahwa bantuan sarana perikanan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok penerima.
KUB Mekar Sari mendapatkan bantuan berupa sampan, jaring penangkap ikan, serta mesin ketinting. Sementara KUB Rahayu menerima bantuan berupa mesin tempel dan Garmin Fish Finder.
Garmin Fish Finder merupakan perangkat pendeteksi ikan berbasis teknologi sonar yang dapat membantu nelayan membaca kondisi bawah permukaan laut dan menemukan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya ikan.
"Pemanfaatan teknologi ini kita harapkan dapat membantu nelayan mengurangi waktu pencarian ikan di laut, menekan penggunaan bahan bakar, serta meningkatkan peluang memperoleh hasil tangkapan yang lebih optimal," ujar I Made Karyasa.
Selama ini kata dia, tingginya biaya operasional, khususnya bahan bakar, menjadi salah satu tantangan yang dihadapi nelayan. Di sisi lain, hasil tangkapan tidak selalu dapat dipastikan.
Karena itu, keberadaan armada yang lebih memadai dan teknologi pendeteksi ikan diharapkan mampu membuat aktivitas penangkapan menjadi lebih terukur dan efisien.
Teknologi tersebut bukan untuk menggantikan pengalaman nelayan, melainkan menjadi alat pendukung untuk memperkuat pengetahuan yang telah dimiliki nelayan selama bertahun-tahun.
Perpaduan antara pengalaman nelayan dan teknologi modern diharapkan mampu menciptakan pola penangkapan yang lebih efektif, hemat biaya dan produktif.
Made Karyasa juga menekankan agar bantuan yang diterima tidak hanya dipandang sebagai barang, tetapi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai barang yang diterima hari ini. Ini adalah sarana untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan. Karena itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dirawat, dan dikelola secara bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pesannya.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan tidak cukup diukur dari proses penyerahan sarana kepada kelompok nelayan. Yang lebih penting adalah sejauh mana bantuan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap aktivitas usaha nelayan.
“Ukuran keberhasilan bantuan bukan hanya ketika alat diserahkan, tetapi ketika alat tersebut mampu meningkatkan hasil tangkapan, mengurangi biaya operasional, meningkatkan pendapatan dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” ungkapnya.
Selain bantuan sarana, pendampingan dan pelatihan juga dinilai penting. Nelayan perlu mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan alat, perawatan mesin, serta pengelolaan sarana secara berkelompok agar bantuan dapat digunakan secara berkelanjutan.
Para nelayan penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka berkomitmen memanfaatkan sarana tersebut secara optimal serta menjaga dan merawatnya agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, DPRD, kelompok nelayan dan berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat. Dukungan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kelautan Lombok Utara sebagai sumber penghidupan masyarakat sekaligus salah satu penggerak ekonomi daerah.
Jurnalis : Teno Haichal

0 Komentar