Breaking News

Kurma Mati, Lampu dan Taman Terancam Terbengkalai, PPK Minta Anggaran Pemeliharaan

 

Foto// Dua pohon kurma di alun-alun sudah dicabut 



LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Dua pohon kurma yang ditanam di kawasan Alun-Alun Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, dilaporkan mati diduga akibat minimnya perawatan. 

Kondisi tersebut diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Alun-alun Dayan Gunung Rangga Wijaya, saat diwawancarai mengenai perkembangan penataan kawasan alun-alun.

Dalam keterangannya, ia mengakui pihaknya berencana mencabut dua pohon kurma yang telah mati dan menggantinya dengan tanaman baru apabila tersedia anggaran.

"Yang dua mati itu mungkin kita cabut dulu. Nanti kita upayakan tanam yang baru. Kayaknya sudah tidak bisa tumbuh lagi karena sudah mati," ujarnya kepada media penantb.com, Selasa (04/08/2026).

Ia menjelaskan, matinya pohon kurma kemungkinan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya penyiraman, pemupukan, hingga kondisi cuaca dan karakteristik tanah yang kurang sesuai.

Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan hanya kondisi tanaman, tetapi belum adanya pihak yang secara khusus bertanggung jawab terhadap pemeliharaan taman setelah proyek pembangunan selesai.

"Kalau PU ini nomenklatur untuk memelihara taman tidak ada. Jadi kami juga bingung, mau menyiram alun-alun atau jalur taman, sementara anggarannya juga tidak tersedia," katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dapat mengalokasikan anggaran pemeliharaan melalui APBD Perubahan, mencakup penyiraman tanaman, perawatan lampu taman, pengecatan fasilitas, hingga penambahan tanaman hias seperti Bougainville agar kawasan alun-alun tetap indah.

Selain itu, ia mengungkapkan jaringan PDAM di kawasan alun-alun hingga kini belum terpasang sehingga penyiraman tanaman menjadi kendala.

"Mudah-mudahan di APBD Perubahan bisa dialokasikan anggaran untuk maintenance, penyiraman, dan penambahan bunga-bunga Bougainville agar lebih cantik," ujarnya.

Ia juga menilai penanganan tanaman kurma seharusnya melibatkan instansi atau pihak yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan pertamanan.

"Kalau orang PU tidak memahami soal budidaya kurma. Yang lebih mengerti kondisi tanah, akar, dan perawatannya tentu bidang pertanian atau lingkungan hidup," katanya.

Selain meminta adanya kejelasan mengenai OPD yang bertanggung jawab atas pengelolaan taman, ia juga berharap kontraktor maupun penyedia tanaman ikut berkomitmen memastikan tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Di sisi lain, ia menegaskan pembangunan Alun-Alun Tanjung sebaiknya segera dilanjutkan hingga tuntas pada tahun 2027. 

Menurutnya, dokumen perencanaan teknis (DED) dan rencana anggaran biaya (RAB) telah tersedia, namun realisasi pembangunan tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

"Harapan kami pembangunan alun-alun ini tidak setengah-setengah. Kalau membangun ya harus tuntas. Kami di OPD teknis hanya bisa mengusulkan, keputusan anggarannya ada di pemerintah daerah," pungkasnya.


0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close