Breaking News

Gili Festival dan Maulid Adat Bayan Masuk Kalender Event Nasional

 

Foto//Dua event unggulan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gili Festival dan Maulid Adat Bayan resmi masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM– Dua event unggulan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Gili Festival dan Maulid Adat Bayan resmi masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Keduanya menjadi bagian dari 125 event yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam kalender KEN tahun 2026.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) KLU, Denda Dewi Tresni Budiastuti, mengatakan masuknya dua event tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat promosi pariwisata Lombok Utara di tingkat nasional.

Menurutnya, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan tidak hanya mengandalkan potensi destinasi wisata, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Dua event ini menjadi representasi bahwa Pariwisata Lombok Utara tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga identitas budaya,” kata Denda.

Gili Festival sendiri tercatat kembali masuk dalam KEN untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Event yang pertama kali digelar pada 2023 tersebut dinilai mendapat antusiasme dari wisatawan maupun masyarakat Desa Gili Indah.

Sementara itu, Maulid Adat Bayan berhasil masuk KEN sejak pertama kali diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Denda menyebut, sebelum masuk dalam kalender event nasional, Maulid Adat Bayan telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, mulai dari wisatawan mancanegara, kreator konten hingga media massa.

“Maulid Adat Bayan langsung menembus kurasi KEN pada pengusulan pertamanya. Ini menjadi sinyal kuat bahwa tradisi lokal Bayan dinilai memiliki nilai otentikasi dan daya tarik wisata nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan positif dalam proses kurasi Maulid Adat Bayan adalah orisinalitas ritual, kesinambungan tradisi serta keterlibatan langsung komunitas adat.

Tradisi tersebut dinilai bukan sekadar kegiatan pertunjukan bagi wisatawan, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat adat Bayan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan masuknya kedua event tersebut dalam KEN 2026, Pemkab Lombok Utara berharap promosi pariwisata daerah semakin luas. Dukungan promosi melalui kalender event nasional diharapkan turut meningkatkan perhatian wisatawan terhadap berbagai destinasi dan atraksi wisata di Lombok Utara.

“Setiap event KEN akan mendapatkan dukungan promosi nasional. Ekspos yang lebih luas ini diharapkan memberi dampak langsung pada angka kunjungan wisatawan secara nasional,” pungkas Denda.

0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close