Breaking News

Gempa Magnitudo 7,7 NTT, Picu Peringatan Tsunami, Sejumlah Wilayah NTB Masuk Status Waspada

 

Foto//Gempa Magnitudo 7,7 NTT





LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 100 kilometer barat laut Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa terjadi pada pukul 05.58.23 WITA dengan lokasi 8,36 Lintang Selatan dan 121,38 Bujur Timur, pada kedalaman 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi tsunami dan meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, segera melakukan evakuasi sesuai status peringatan.

Berdasarkan pemodelan BMKG, sejumlah wilayah di NTT dan Sulawesi Selatan berada pada status Siaga, sementara beberapa wilayah NTB masuk kategori Waspada.

Wilayah berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Selayar, Ende bagian utara, Sikka bagian utara, Jeneponto, dan Bantaeng.

Sementara itu, wilayah yang berstatus Waspada antara lain Pulau Ende, Pulau Sikka, Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, Dompu bagian utara, Flores Timur bagian utara, Kota Baubau, Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur dan utara, serta Kota Palopo.

Untuk wilayah NTB, estimasi waktu tiba gelombang tsunami berdasarkan pemodelan BMKG tercatat sekitar pukul 06.09 WITA di Pulau Sangiang, 06.12 WITA di Pulau Gili, 06.14 WITA di wilayah utara Kota Bima, dan 06.19 WITA di wilayah utara Dompu.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus "Siaga" agar segera melakukan evakuasi dari kawasan pantai menuju tempat yang lebih tinggi atau lokasi evakuasi yang telah ditentukan.

Sedangkan masyarakat di wilayah berstatus "Waspada" diminta menjauhi pantai dan tepian sungai serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati pantai untuk melihat kondisi air laut setelah gempa. Warga diminta tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, serta memantau perkembangan peringatan resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.

Peringatan tsunami dapat berubah sesuai hasil pemantauan kondisi laut dan evaluasi BMKG. Karena itu, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi petugas.

0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close