Breaking News

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Catat 37 Gempa Susulan dan Tsunami hingga 0,94 Meter

 

Foto//Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama saat Zoom

FLORES, PENANTB.COM — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 07.30 WIB.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama dalam keterangannya menyampaikan, hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB dengan magnitudo 7,7 dan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust,” ujar Nelly.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang menjadi salah satu faktor gempa tersebut berpotensi memicu tsunami.

BMKG sempat menetapkan sejumlah wilayah dalam status ancaman tsunami. Status "Siaga" dengan potensi ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter berlaku untuk Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur dan Jeneponto.

Sementara status "Waspada" dengan potensi tsunami di bawah 0,5 meter berlaku untuk Flores Timur, Bima, Dompu dan Wajo.

Hasil observasi tinggi muka laut kemudian mencatat gelombang tsunami di sejumlah wilayah. Pengamatan tertinggi tercatat di Maumere/Rore (Ende) sebesar 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Selain itu, tinggi muka laut tercatat 0,38 meter di Pelabuhan Kelapapante Sikka, 0,36 meter di Labuan Bajo, 0,30 meter di Bau-Bau, 0,25 meter di Flores Timur, 0,23 meter di Kolaka, 0,20 meter di Sikka, 0,17 meter di Dompu, 0,14 meter di Bakalang (Alor), serta 0,54 meter di Bulukumba.

BMKG menyampaikan peringatan dini tsunami kepada stakeholder dan masyarakat sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).

Peringatan Dini Tsunami pertama diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB, atau sekitar 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi.

Peringatan Dini Tsunami kedua diterbitkan pada pukul 05.09.56 WIB**, sekitar 11 menit 33 detik setelah gempa.

Selanjutnya, BMKG menerbitkan empat pembaruan Peringatan Dini 3 yang memuat pemutakhiran parameter gempa, hasil observasi tide gauge, waktu tiba serta ketinggian tsunami.

Peringatan Dini 3.1 diterbitkan pukul 05.55.45 WIB, 3.2 pukul 06.28.42 WIB, 3.3 pukul 06.49.19 WIB dan 3.4 pukul 07.05.33 WIB.

Setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, BMKG menerbitkan Peringatan Dini Tsunami 4 atau pengakhiran pada pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, intensitas VII MMI tercatat di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung, Kabupaten Ngada, serta Kota Mbay.

Pada skala VI MMI, guncangan dirasakan di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa. Sementara skala V MMI tercatat di Kota Ende, Kota Borong dan Kota Ruteng.

BMKG menjelaskan, intensitas VII MMI dapat membuat tiap-tiap orang keluar rumah dan berpotensi menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang baik.

Hingga pukul 07.07 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, satu gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan dan kondisi muka laut terus dilakukan.

Nelly mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,” imbaunya.

BMKG juga meminta masyarakat memastikan informasi kebencanaan hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infobmkg, situs resmi BMKG serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Peringatan tsunami memang telah berakhir, namun masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta waspada terhadap potensi gempa susulan dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan.


0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close