![]() |
| Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan diseminasi bahan ajar Pengurangan Risiko Bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), (Dok-Teno Penantb) |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan diseminasi bahan ajar Pengurangan Risiko Bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di House Sira Lombok, Dusun Sire, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kebencanaan dan membangun ketangguhan sejak dini di lingkungan satuan pendidikan.
Kegiatan dihadiri Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU Muhammad Najib, Kepala BPBD KLU M. Zaldy Rahadian, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Bunda PAUD, sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Lombok Utara, ULD BPBD Provinsi NTB, FPRB Provinsi NTB, perwakilan NGO, kepala sekolah, guru serta siswa-siswi dari sejumlah satuan pendidikan.
![]() |
| Foto// Ketua FPRB Kabupaten Lombok Utara Budiawan S.H,. Saat menyerahkan buku kepada kepala Dinas Dikbudpora KLU Muhammad Najib. (Dok-Teno Penantb) |
Ketua FPRB Kabupaten Lombok Utara, Budiawan, SH., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses panjang FPRB bersama program SIAP SIAGA dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui BPBD dalam memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap risiko bencana.
Menurutnya, Lombok Utara memiliki pengalaman besar dalam menghadapi bencana, salah satunya gempa bumi 2018. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui potensi bencana, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
"Waktu dan tempat terjadinya musibah adalah kehendak Allah SWT yang berada di luar kendali kita. Namun, manusia diwajibkan untuk berikhtiar. Kita harus membangun kesiapsiagaan dan mitigasi yang matang agar risiko bencana dapat kita tekan sekecil mungkin." ujar Budiawan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, salah satu roadmap FPRB Kabupaten Lombok Utara adalah membangun literasi kebencanaan dan ketangguhan di satuan pendidikan.
Upaya tersebut, lanjutnya, diperkuat dengan adanya Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor 34 Tahun 2023 tentang Pedoman Gerakan Literasi Kebencanaan. Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam mendorong implementasi pendidikan kebencanaan di sekolah.
![]() |
| Foto// Anak anak sekolah SD saat menerima buku (Dok- Teno Penantb.com). |
FPRB bersama SIAP SIAGA kemudian membentuk tim penyusun yang melibatkan sejumlah unsur, termasuk OPD terkait, BPBD dan FPRB. Dari proses tersebut lahir bahan ajar dalam bentuk buku cerita bergambar atau komik yang dirancang agar mudah dipahami oleh anak-anak.
“Buku cerita atau bisa kita katakan komik bergambar ini sederhana bentuknya, tetapi paling tidak bisa memberikan gambaran tentang bagaimana upaya yang dilakukan para siswa dan pendidik dalam menghadapi bencana,” katanya.
Budiawan berharap bahan ajar tersebut dapat diperbanyak dan disebarluaskan ke seluruh satuan pendidikan di Lombok Utara, khususnya tingkat SD dan SMP. Dengan demikian, pemahaman mengenai kebencanaan dapat diberikan kepada anak sejak usia dini.
"Kita juga minta dukungan dari Pemda Kabupaten Lombok Utara, terutama Dinas Dikbudpora dan stakeholder terkait, agar bahan ajar tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas," tendasnya.
Sementara itu, Kepala Dikbudpora KLU Muhammad Najib yang mewakili Bupati Lombok Utara menegaskan bahwa pendidikan mitigasi bencana sangat penting bagi Lombok Utara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama gempa bumi.
Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda ketika bencana terjadi.
![]() |
| Foto// Peserta kegiatan, (Dok- Teno Penantb) |
“Setiap bencana biasanya akan mendatangkan korban, apakah itu harta benda maupun jiwa. Maka langkah-langkah untuk mengurangi atau bahkan meniadakan jatuhnya korban adalah langkah yang mulia,” kata Najib.
Ia menilai kegiatan diseminasi bahan ajar SPAB merupakan langkah strategis karena menyasar generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus pembangunan dan pemerintahan di Lombok Utara.
Najib berharap kepala satuan pendidikan, guru, siswa, OPD serta seluruh pihak yang terlibat dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diberikan benar-benar dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
“Langkah antisipasi adalah langkah yang sangat kita perlukan. Kita berharap kemanfaatan dari acara ini nantinya dapat kita rasakan dan menjadi dasar bagaimana kita berhadapan dengan bencana,” ujarnya.
Ia kemudian secara resmi membuka kegiatan diseminasi bahan ajar Pengurangan Risiko Bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan mengajak seluruh peserta melafazkan basmalah.
Kegiatan tersebut selanjutnya diisi dengan penyampaian materi mengenai proses penyusunan bahan ajar, diskusi, serta masukan dari berbagai unsur untuk menyempurnakan bahan ajar kebencanaan agar semakin relevan dan mudah diterapkan di satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Utara.
Jurnalis: Teno Haichal
Editor. : As




0 Komentar