![]() |
| Foto// Sekolah Rakyat Kabupaten Lombok Utara |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Sekolah Rakyat Permanen Integrasi I Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya diperuntukkan bagi siswa asal Kabupaten Lombok Utara. Sebanyak 595 siswa dari sejumlah kabupaten/kota di NTB akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Dari total tersebut, sebanyak 270 siswa berasal dari Kabupaten Lombok Utara. Sementara sisanya merupakan siswa dari luar daerah, di antaranya Lombok Timur, Lombok Barat, serta sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Fathurahman, mengatakan persiapan untuk menyambut ratusan siswa tersebut terus dilakukan menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan siswa dari berbagai daerah membuat kesiapan fasilitas, khususnya asrama, menjadi salah satu perhatian utama. Sebab, para siswa nantinya tidak hanya mengikuti kegiatan belajar, tetapi juga tinggal di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Kalau persentase menurut Balai Satker itu sudah di atas 85 persen. Cuma asramanya yang sekarang dalam tahap finishing. Memang secara kontraknya sampai Oktober, tapi akan dipercepat terutama untuk asrama dulu,” ujar Fathurahman.
Ia menjelaskan, gedung belajar untuk jenjang sekolah dasar telah rampung 100 persen. Sementara sejumlah fasilitas lainnya seperti ruang belajar, aula atau ruang serbaguna, tempat ibadah, jaringan air dan listrik masih terus dipastikan kesiapan dan fungsinya.
Kesiapan asrama menjadi penting karena siswa yang berasal dari luar Lombok Utara membutuhkan fasilitas hunian selama menjalani pendidikan. Setibanya di lokasi, para siswa juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan gratis dan proses registrasi sebelum mengikuti rangkaian MPLS.
Selain fasilitas fisik, Pemkab Lombok Utara juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung aktivitas siswa selama berada di sekolah.
Sambil menunggu proses rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan oleh Kementerian Sosial, pemerintah daerah membentuk tim transisi melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora).
Sebanyak 23 guru sementara disiapkan untuk mengajar siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Pemkab juga mempersiapkan 50 wali asuh dan wali asrama yang akan mendampingi siswa selama mengikuti pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan sekolah.
Untuk mendukung kebutuhan operasional sehari-hari, disiapkan pula 28 tenaga outsourcing yang terdiri dari 15 petugas kebersihan, delapan petugas keamanan atau satpam, serta lima juru masak.
“Ini sementara, istilahnya tenaga perbantuan. Sementara menunggu rekrutmen dari Kemensos,” jelasnya.
Fathurahman mengatakan tenaga sementara tersebut nantinya akan menunggu proses rekrutmen resmi dari Kementerian Sosial. Setelah tenaga resmi direkrut pemerintah pusat, skema penggajian akan menjadi tanggung jawab Kemensos dengan mengacu pada standar upah minimum regional.
Dengan komposisi siswa yang berasal dari berbagai daerah di NTB, Sekolah Rakyat Permanen Integrasi I di Lombok Utara nantinya menjadi tempat belajar sekaligus lingkungan tinggal bagi ratusan siswa dari luar daerah.
Pemkab Lombok Utara kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh fasilitas, terutama asrama, siap digunakan sebelum para siswa mulai menempati sekolah tersebut.

0 Komentar