Breaking News

Bawaslu KLU Konsolidasi Bersama FWLU, Siapkan Pengawalan Informasi Pemilu Nasional 2029

 

Foto// Bawaslu Kabupaten Lombok Utara foto bersama anggota FWLU


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Utara memperkuat kemitraan dengan insan pers sebagai bagian dari upaya mengawal proses demokrasi menuju Pemilu Nasional 2029.

Penguatan tersebut dibahas dalam rapat konsolidasi Bawaslu KLU bersama Forum Wartawan Kabupaten Lombok Utara (FWLU) yang berlangsung di Kantor Bawaslu KLU, Rabu (12/8/2026).

Ketua Bawaslu Lombok Utara, Deni Hartawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Bawaslu RI untuk tetap membangun komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan meski saat ini belum memasuki tahapan pemilu.

“Ini sebenarnya cara kami berkonsolidasi. Meskipun non-tahapan, kita sebenarnya ada banyak kegiatan,” ujar Deni.

Menurut Deni, media merupakan salah satu mitra strategis Bawaslu dalam menyampaikan informasi kepemiluan dan pengawasan kepada masyarakat. Kerja-kerja pengawasan dinilai tidak akan maksimal apabila informasi yang disampaikan lembaga tidak menjangkau publik secara luas.

“Bawaslu bersama stakeholder, teman-teman media ini adalah kawan perjalanan kami. Bawaslu tanpa mereka, kami tidak bisa menyampaikan pesan-pesan ke masyarakat,” katanya.

Karena itu, Deni berharap hubungan antara Bawaslu dan media terus diperkuat, terutama sebagai persiapan menghadapi tahapan Pemilu 2029. 

Ia juga membuka ruang bagi wartawan untuk memberikan masukan terkait pelaksanaan tugas Bawaslu, baik pada masa non-tahapan maupun saat tahapan pemilu kembali dimulai.

Deni mengakui, pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya dukungan terhadap kegiatan publikasi masih menghadapi keterbatasan anggaran. 

Ia berharap kondisi tersebut dapat diperbaiki pada pemilu mendatang sehingga kegiatan pengawasan Bawaslu dapat lebih luas diketahui masyarakat.

“Kita berdoa di Pilkada selanjutnya ada anggaran lebih banyaklah untuk teman-teman agar setiap kegiatan Bawaslu ter-update semua di media-media mainstream,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Lombok Utara, Ria Sukandi, memaparkan besarnya kontribusi media dalam mengawal dinamika kepemiluan di daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun Bawaslu KLU, terdapat lebih dari 700 pemberitaan yang berkaitan dengan peristiwa politik, Pemilu dan Pemilukada 2024 di Lombok Utara.

Pemberitaan tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari aktivitas peserta pemilu, calon dan bakal calon, partai politik, penyelenggara pemilu hingga keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.

“Dari 700 sekian volume pemberitaan yang menyangkut soal politik Pemilu, calon, bakal calon, partai, dan lain sebagainya itu, porsinya sangat membantu bagi kami,” jelas Ria.

Menurut Ria, tingginya volume pemberitaan menunjukkan bahwa media memiliki posisi penting sebagai bagian dari kontrol publik terhadap penyelenggaraan pemilu.

Karena itu, Bawaslu mendorong agar penyebaran informasi kepemiluan dapat menjangkau berbagai kanal media, mulai dari media daring, cetak, YouTube, televisi hingga radio.

“Bagaimana strateginya agar segmen-segmen pemberitaan pada kanal website, kanal cetak, kanal YouTuber, kanal frekuensi atau televisi itu dapat sama,” katanya.

Ria menambahkan, Bawaslu KLU juga tetap melakukan clipping dan menghimpun pemberitaan media, termasuk pada masa non-tahapan. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dokumentasi aktivitas kepemiluan sekaligus bahan laporan kepada Bawaslu di tingkat pusat.

Di sisi lain, Dewan Penasehat FWLU, Lalu Supriadi, menyambut positif konsolidasi tersebut. Ia menilai komunikasi antara Bawaslu dan media perlu terus dilakukan agar kemitraan yang telah terbangun dapat semakin kuat.

Menurut Edy, media dan Bawaslu memiliki kepentingan yang sama dalam memastikan proses demokrasi berjalan sesuai amanat reformasi.

“Media itu punya kepentingan dalam konteks mewujudkan bagaimana pemerintahan ini sebagaimana amanah dari reformasi. Bagaimana pemerintahan ini semakin terus membaik, di antaranya melalui demokrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, tugas jurnalis tidak sebatas mengumpulkan, mengolah dan menyajikan informasi kepada masyarakat. Pers juga memiliki fungsi penting dalam memantau sekaligus mengawal jalannya proses demokrasi.

Edy menilai kemitraan antara Bawaslu dan media di Lombok Utara selama ini telah berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat sejumlah dinamika dan keterbatasan.

“Harapannya ke depan, kemitraan antara Bawaslu dengan teman-teman media ini lebih luas dalam berbagai aspek, dari hulu dan hilir,” katanya.

FWLU juga menyoroti kondisi kelembagaan Bawaslu KLU, termasuk fasilitas dan kemandirian kelembagaan. Menurut Edy, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pelaksanaan tugas pengawasan.

Selain itu, FWLU mendorong adanya ruang kerja sama yang lebih luas dalam publikasi kerja-kerja pengawasan Bawaslu. Semakin luas informasi mengenai aktivitas pengawasan yang diterima masyarakat, dinilai semakin besar pula peluang publik memahami proses demokrasi di daerah.

Jurnalis : Teno Haichal 



0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close