Breaking News

Artadi Dorong Jong Bayan Jadi Event Tahunan KLU, Diperkirakan 2.000 Jong Meriahkan Maulid Adat Bayan

 


Foto// Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara fraksi Gerindra Artadi 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Tradisi Jong Bayan diperkirakan kembali memeriahkan rangkaian Maulid Adat Bayan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tahun ini, jumlah Jong Bayan yang akan tampil diperkirakan mencapai sekitar 2.000 buah.

Potensi tersebut dinilai tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata tahunan di Kabupaten Lombok Utara.

Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Gerindra, Artadi, S.Sos, mendorong agar Jong Bayan ditetapkan sebagai salah satu event tahunan KLU.

Artadi mengatakan, dirinya telah menyampaikan usulan tersebut kepada Dinas Pariwisata KLU beberapa bulan lalu dalam rapat Komisi II DPRD.

“Saya dorong supaya setiap tahun menjadi event tahunan KLU. Saya sudah sampaikan ke Dinas Pariwisata pada saat beberapa bulan yang lalu di rapat Komisi II supaya Jong Bayan ini masuk menjadi event tahunan KLU,” kata Artadi.

Menurutnya, Jong Bayan memiliki potensi besar apabila dikemas dalam sebuah kegiatan budaya dan pariwisata yang lebih besar. Salah satu konsep yang ditawarkan adalah menggelar karnaval Jong Bayan di Kota Tanjung.

Jong Bayan nantinya dapat diarak dan diiringi gendang beleq maupun kesenian tradisional Sasak yang berkembang di Lombok Utara.

“Kalau saja Jong Bayan ini dikarnavalkan di Kota Tanjung, terus diiringi oleh gendang beleq atau kesenian Sasak yang ada di Lombok Utara, bagaimana meriahnya,” ujarnya.

Artadi optimistis jika konsep tersebut dikemas secara profesional dan dipromosikan dengan baik, event Jong Bayan mampu menarik puluhan ribu masyarakat untuk datang menyaksikan.

“Saya yakin puluhan ribu penonton akan berbondong-bondong datang menyaksikan event tersebut,” katanya.

Ia menilai Jong Bayan sudah menjadi salah satu tradisi yang dikenal luas sehingga sangat disayangkan apabila potensi budaya tersebut tidak dikembangkan menjadi agenda tahunan daerah.

“Karena kita di KLU sudah terkenal Jong Bayan ini, maka sayang sekali kalau ini tidak kita angkat menjadi event tahunan KLU,” tegas Artadi.

Selain masyarakat lokal, Artadi juga meyakini event tersebut berpotensi menarik wisatawan dari luar daerah. Namun, menurutnya, keberhasilan event tersebut sangat bergantung pada bagaimana pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, melakukan promosi.

“Saya juga yakin para wisatawan pasti datang menyaksikan event tahunan KLU tersebut, tergantung bagaimana Dinas Pariwisata mempromosikannya,” jelasnya.

Di sisi lain, pengembangan Jong Bayan sebagai event tahunan dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Para pengusaha dan perajin yang memproduksi tenun maupun Jong di wilayah Bayan diyakini akan semakin termotivasi mengembangkan usahanya.

“Di samping itu, para pengusaha atau pembuat tenun atau Jong yang ada di Bayan pasti semakin semangat untuk pengembangan usahanya,” pungkas Artadi.

Artadi berharap pemerintah daerah dapat melihat potensi tersebut secara serius, sehingga Jong Bayan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi budaya masyarakat Bayan, tetapi juga mampu menjadi salah satu ikon event budaya dan pariwisata Kabupaten Lombok Utara.




0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close