Kepala foto//Kepala Dinas DKP3 Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi |
TANJUNG, PENANTB.COM — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) memastikan ketersediaan Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten, berada dalam posisi yang sangat aman.
Total persediaan beras cadangan daerah saat ini telah menembus angka 52 ton, jauh melampaui standar minimal yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi.
Kepala DKP3 Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa pihak Pemkab baru saja menyelesaikan alokasi pengadaan beras baru sebanyak 32 ton.
Pengadaan tersebut dilakukan untuk menambah pasokan persediaan guna memperkuat jaring pengaman pangan daerah ke depannya.
"Kemarin kita baru ada pengadaan lagi untuk CPPK sekitar 32 ton. Ini dilakukan dalam rangka menambah persediaan agar stok pangan kita jauh lebih aman ke depannya," ujar Tresnahadi, Senin (27/07/2026).
Sebelum pengadaan 32 ton tersebut, DKP3 Lombok Utara masih menyimpan sisa stok beras dari alokasi sebelumnya sebesar 20-an ton.
Dengan penggabungan pasokan baru dan sisa stok lama, total ketersediaan CPPK Lombok Utara untuk tahun ini terakumulasi menjadi sekitar 52 ton.
Tresnahadi menjelaskan bahwa persediaan sebesar 52 ton tersebut sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kriteria keamanan pangan daerah.
Menurut regulasi Pemerintah Provinsi, standar minimal ketersediaan CPPK yang wajib dimiliki suatu kabupaten/kota adalah sebesar 25 ton.
"Standar minimal CPPK yang ditentukan provinsi itu kan sekitar 25 ton. Sementara stok kita saat ini sudah 50-an ton lebih, tepatnya 52 ton. Jadi posisi cadangan pangan kita saat ini sangat aman," jelasnya.
Lebih lanjut, Tresnahadi menegaskan bahwa stok cadangan pangan ini disiapkan sebagai antisipasi dan jaring pengaman apabila daerah dilanda musibah, bencana alam, maupun kondisi darurat seperti kekeringan.
Bantuan pangan darurat tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang terdampak langsung, khususnya kelompok produktif di sektor agraria dan kelautan seperti petani, nelayan, serta peternak.
Meskipun kesiapan logistik telah optimal, pihak Pemkab tetap berharap Lombok Utara terhindar dari berbagai bencana.
"CPPK ini kita keluarkan apabila terjadi bencana, musibah, kekeringan, dan situasi darurat lainnya. Tentu harapan dan doa kita bersama, mudah-mudahan tidak terjadi musibah apa pun di Kabupaten Lombok Utara. Yang terpenting, dari sisi pemerintah daerah, kita sudah menyiagakan stoknya secara maksimal," pungkasnya.
Jurnalis: Teno Haichal

0 Komentar