Breaking News

Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Unram NDR Akui Buang Ponsel Korban, Sempat Berencana Kabur ke Malaysia

 


Foto// Ilustrasi 


MATARAM, PENANTB.COM – Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram berhasil menangkap seorang pria berinisial H alias Haikal (18), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Mataram (Unram), NDR (Nadya Dwi Ramadhany). 

Pelaku diamankan pada Rabu (29/7/2026) setelah beberapa hari menjadi buronan.

Dalam keterangannya di vidio yang beredar kepada wartawan usai diamankan, H mengakui sejumlah perbuatannya, mulai dari membawa kabur barang milik korban hingga rencana melarikan diri ke luar negeri.

Berdasarkan pengakuannya, H mengaku tidak mengenal korban sebelumnya. Ia mengaku mendatangi kamar kos korban di kawasan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, dengan tujuan melakukan pencurian.

Menurut H, aksinya diketahui oleh korban sehingga situasi berubah menjadi tindak kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Ia mengklaim tindakan tersebut dilakukan secara spontan setelah keberadaannya diketahui.

Usai kejadian, H menguasai sepeda motor serta dua unit telepon genggam milik korban. Ia mengaku membuang salah satu ponsel korban di kawasan sekitar SMK Negeri di Kuripan. "HP-nya saya buang di SMK Kuripan," ujar H kepada wartawan.

Sementara itu, sepeda motor milik korban sempat dibawa kabur dan kini telah diamankan penyidik sebagai barang bukti dalam proses penyidikan.

H juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berencana meninggalkan Indonesia dengan tujuan Malaysia untuk menghindari kejaran aparat. Namun, rencana tersebut tidak sempat terlaksana karena ia lebih dahulu ditangkap polisi. "Mau ke Malaysia merantau, Pak," katanya.

Selama dalam pelarian, H mengaku tidak pernah keluar dari wilayah Nusa Tenggara Barat. Ia mengaku hanya berpindah-pindah tempat di sekitar Kota Mataram. "Tinggal di sekitaran Mataram, Pak," ujarnya.

Dalam pemeriksaan awal, H juga mengaku sering mengonsumsi narkotika jenis sabu. "Iya, pakai sabu, Pak," ucapnya.

Mengenai kehidupan pribadinya, H mengaku pernah menikah, namun kini telah bercerai dan tidak memiliki anak.

Saat ditanya mengenai motif perbuatannya, H kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan korban. 

Ia mengaku tidak mengenal korban sebelum kejadian dan menyebut tindakan tersebut terjadi karena kepanikan saat aksinya dipergoki. "Saya takut pak, hanya replek saja" tutupnya. (Red)

0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close