Jurnalis: Teno Haichal
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat ke-25 yang jatuh pada 9 September 2026 mendatang, jajaran kader berlambang Mercy di seluruh Indonesia serentak turun ke tengah masyarakat.
Tak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU), di mana momentum ini dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan pendidikan politik bagi generasi muda.
Bertempat di Dusun Waker, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, anggota DPRD Lombok Utara dari Fraksi Demokrat Burhan M.Nur menggelar agenda pendidikan politik yang dikemas interaktif bersama para pemuda, mahasiswa, hingga lulusan sarjana setempat.
Dalam diskusi tersebut, Burhan M.Nur menekankan pentingnya peran partai politik dalam memfasilitasi aspirasi masyarakat, khususnya dalam pelestarian adat dan budaya. Melalui fungsi legislasi di DPRD, parpol berperan aktif menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait pranata adat.
Sebagai wujud nyata dari realisasi aspirasi yang telah lama dinantikan, dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan pengadaan pakaian adat untuk pemuda dan pemudi di Dusun Waker.
"Kami ingin generasi muda paham bahwa adat dan budaya ini tidak lepas dari peran partai politik. Tidak ada anggota legislatif yang tanpa parpol. Parpol adalah kendaraan untuk memfasilitasi permintaan masyarakat," ujar legislator Demokrat tersebut, Rabu (08/07/2026).
Selain memberikan pemahaman umum, agenda ini juga menjadi wadah bagi Partai Demokrat untuk menggali bernostalgia sekaligus mengevaluasi program-program era kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kami sedang menggali informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat, bagaimana program-program 10 tahun waktu dipimpin Bapak SBY, apakah masih dirasakan manfaatnya. Hasil serapan ini wajib kami publikasikan dan akan dibawa ke rapat kerja menjelang HUT Demokrat nanti," tambahnya.
Agenda pendidikan politik ini mendapat respons hangat dari pemuda setempat. Ketua Pemuda Dusun Waker, Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa edukasi semacam ini merupakan hal baru dan sangat memberikan dampak positif bagi para pemilih pemula di wilayahnya.
"Respons teman-teman sangat baik, mereka mendapat pelajaran baru. Tadi teman-teman sempat menanyakan apa sangkut pautnya antara budaya dengan politik, dan alhamdulillah penjelasannya cukup memuaskan," kata Ali.
Ali juga menambahkan bahwa sejauh ini, baru legislator dari Partai Demokrat yang berinisiatif masuk ke dusun mereka untuk memberikan edukasi politik secara langsung.
Ia berharap anggota DPRD lain dari Dapil Kayangan bisa meluncurkan program serupa agar pemahaman politik pemuda semakin matang.
"Harapan kita, pemuda di sini bisa menentukan arah dan pilihan mereka dengan bijak pada pemilu-pemilu mendatang," pungkasnya.

0 Komentar