Breaking News

Bupati Najmul Terima Advokasi STULA PKA, Soroti Perlindungan Perempuan dan Potensi Lokal

 

Foto//Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menerima Advokasi Hasil Studi Lapangan (STULA) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XV Tahun 2026.

LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menerima Advokasi Hasil Studi Lapangan (STULA) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XV Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Kamis (2/7).

Kegiatan mengusung tema "Kepemimpinan Berkinerja Melalui Penguatan Perlindungan Perempuan dan Optimalisasi Potensi Lokal untuk Kemandirian Daerah".

Turut hadir Kepala BPSDMD Provinsi NTB Drs. H. Fathurrahman, M.Si., Kepala Dinas Sosial PP dan PA Kabupaten Lombok Utara Fathurrahman, ST., Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Utara Tri Dharma Sudiana, S.STP., para coach dan mentor STULA, serta 32 peserta PKA Angkatan XV Tahun 2026 yang berasal dari enam pemerintah kabupaten/kota di Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Kepala BPSDMD Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si., mengatakan STULA merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran aparatur sipil negara (ASN). 

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi, mendorong inovasi, serta menghadirkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di instansi masing-masing.

"Lokus penelitian STULA kali ini difokuskan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara," ujarnya.


Ia juga berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membangun dialog, menggali pengalaman, dan membawa pulang inovasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi di daerah asal.

"Semoga kerja sama yang telah terjalin semakin erat dalam membentuk ASN yang adaptif bagi kemajuan daerah," katanya.

Sementara itu, Bupati Najmul Akhyar menyoroti dua isu strategis yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Isu pertama adalah penguatan perlindungan perempuan. Menurutnya, angka pernikahan dini di Lombok Utara masih relatif tinggi dan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keterbatasan akses pendidikan.

Isu kedua adalah optimalisasi potensi lokal melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan daerah. 

Salah satu upaya yang tengah dikembangkan ialah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), termasuk untuk peningkatan fasilitas publik seperti penerangan jalan.


"Kami berharap dengan adanya STULA ini menjadi bahan evaluasi dan inovasi terhadap kekurangan pembangunan daerah," ujar Najmul.

Ia menambahkan, kepemimpinan yang berkualitas lahir dari proses belajar yang berkelanjutan dan keterbukaan terhadap berbagai masukan.

"Kami menerima seluruh masukan dari kegiatan STULA dan akan menyesuaikannya dengan kebutuhan nyata pembangunan di Kabupaten Lombok Utara," tutupnya.

0 Komentar

























Type and hit Enter to search

Close