Foto bersama para pemangku adat



TANJUNG, PENANTB.COM – Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, menghadiri prosesi "Nyembeq Mangku Sokong Wet Gumi Paer Pengembuk" di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, yang dirangkaikan dengan pengukuhan Mangku Nagari/Adat Amaq Sumirti dan Mangku Bumi Amaq Minarta.

Prosesi adat yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Lombok Utara. 

Turut hadir Mangku Bayan Beleq, Kyai Adat Pengorongan Amor-Amor (Gumantar), Mangku Bale Beleq Gangga, Mangku Prawira, Dewan Kebudayaan Lombok Utara, Mangku Mleko, para ketua adat Pengembuk, Tuti, Orong Nagasari dan Gelumpang Geluk, Kepala Desa Sokong, 10 kepala dusun se-Desa Sokong, Majelis Kerama Desa (MKD), Kyai KR Raden, serta Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sinarto.

Dalam sambutannya, Bupati Najmul menyampaikan apresiasi atas dikukuhkannya para pemangku adat sebagai bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. 

Menurutnya, prosesi pengukuhan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki makna sakral sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan adat di tengah masyarakat.

Najmul menegaskan bahwa adat dan agama merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Sasak. 

Ia mengingatkan agar masyarakat tetap memegang teguh prinsip leluhur, yakni menempatkan adat sebagai penguat ajaran agama, bukan sebaliknya.

"Prinsip adat kita adalah, adat hadir untuk menguatkan agama, begitu juga agama menjadi pedoman dalam menjalankan adat. Keduanya bukan untuk saling meniadakan, tetapi saling melengkapi," ujar Najmul dalam sambutannya Rabu (29/07/2026).

Ia mengatakan, para leluhur telah mewariskan tata nilai yang memadukan adat dan agama sebagai satu kesatuan dalam membangun kehidupan bermasyarakat. 

Karena itu, keberadaan Pemangku Adat maupun Pemangku Bumi memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan tradisi sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat.

Menurutnya, budaya Sasak mengajarkan nilai-nilai luhur seperti menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang muda, bersikap rendah hati, serta menjaga persaudaraan. 

Nilai-nilai tersebut, kata Najmul, tercermin dalam penggunaan bahasa dan tata krama masyarakat yang selalu mengedepankan penghormatan kepada sesama.

"Orang tua kita hormati, yang muda kita sayangi. Adat mengajarkan kita untuk saling membesarkan, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan," katanya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam memperkuat kelembagaan adat melalui pembentukan Majelis Kerama Desa (MKD) yang telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah. 

Dengan adanya regulasi tersebut, lembaga adat diharapkan semakin berperan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjaga harmoni sosial.

Najmul menjelaskan, keberadaan MKD telah terbukti efektif menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan musyawarah yang melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah desa. 

Menurutnya, penyelesaian sengketa melalui mekanisme adat tidak hanya menghadirkan keputusan, tetapi juga memulihkan hubungan kekeluargaan di antara pihak yang berselisih.

"Kalau diselesaikan melalui musyawarah adat, setelah keputusan diambil masyarakat bisa kembali duduk bersama, makan bersama, sehingga hubungan persaudaraan tetap terjaga. Inilah kekuatan penyelesaian melalui adat," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini sudah ratusan persoalan di Lombok Utara yang berhasil diselesaikan melalui mekanisme adat tanpa harus berakhir di meja hijau. 

Pemerintah daerah juga telah membagi 12 wilayah "wet adat" sebagai bagian dari penguatan kelembagaan adat di seluruh Kabupaten Lombok Utara, termasuk Wet Gumi Paer Pengembuk di Desa Sokong.

Mengakhiri sambutannya, Najmul mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian adat istiadat sekaligus memperkuat pengamalan ajaran agama agar keduanya tetap berjalan beriringan sebagai fondasi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

"Semoga adat kita tetap hidup, agama kita semakin kuat, dan masyarakat Lombok Utara terus menjaga persatuan serta keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.

Jurnalis : Teno Haichal 

Editor.    : As