Breaking News

Viral! Surat Terbuka Guru dan Tendik Paruh Waktu untuk Bupati KLU, Curhat Belum Terima Gaji hingga Kesulitan Hidup

 


Foto// ilustrasi dan Scrinsot Facebook surat terbuka


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU mendadak viral di media sosial.

Surat yang diunggah oleh akun Facebook bernama Dende Raden itu mendapat perhatian luas dari warganet. Tulisan tersebut telah dibagikan ratusan kali dan ramai diperbincangkan, termasuk di grup Facebook KLU Bicara Fakta.

Dalam suratnya, penulis mengaku mewakili keresahan para guru dan tenaga kependidikan (tendik) paruh waktu di Kabupaten Lombok Utara yang hingga kini mengaku belum menerima hak mereka.

Surat tersebut diawali dengan salam pembuka dan ditujukan langsung kepada Bupati KLU serta Kepala Dikbudpora. Penulis mengaku menuliskan keluhan itu dengan rasa takut akan kemungkinan adanya tekanan atau intimidasi setelah surat tersebut dipublikasikan.

"Semoga tidak terjadi pressure maupun intimidasi kepada saya dan guru-guru atau tendik paruh waktu di Lombok Utara," tulisnya.

Penulis kemudian menceritakan bagaimana para guru dan tendik sempat diliputi rasa bahagia pada awal tahun 2026. Mereka berharap akan menerima surat yang diyakini dapat mengubah kondisi ekonomi keluarga.

Namun harapan tersebut, menurutnya, tak kunjung menjadi kenyataan. Dari Januari hingga memasuki Maret, bahkan hingga saat ini, mereka mengaku belum mendapatkan kepastian.

Akibatnya, kondisi ekonomi para guru dan tenaga kependidikan paruh waktu disebut semakin memprihatinkan. Tabungan mulai habis, utang di warung semakin menumpuk, sementara kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak terus berjalan.

Meski demikian, mereka mengaku tetap menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan dengan penuh tanggung jawab. Mereka juga menyebut kewajiban absensi harian tetap harus dipenuhi meskipun hak yang mereka nantikan belum diterima.

Dalam bagian akhir suratnya, penulis berharap ada pihak yang dapat menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati maupun Kepala Dikbudpora KLU.

Ia juga menyampaikan bahwa para guru dan tendik membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti membeli beras, minyak, hingga memenuhi kebutuhan anak-anak mereka.

Selain itu, penulis mengklaim bahwa guru dan tenaga kependidikan paruh waktu tidak menerima gaji dari pemerintah daerah, tidak dapat dianggarkan melalui Dana BOS, serta tidak memperoleh Bantuan Insentif Daerah (BISDA).

Unggahan tersebut langsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Banyak warganet menyampaikan dukungan serta berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Utara segera memberikan penjelasan maupun solusi terhadap persoalan yang disampaikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara maupun Dinas Dikbudpora KLU terkait isi surat terbuka yang viral tersebut. Penantb.com masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi agar informasi yang disampaikan tetap berimbang


0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close