Breaking News

Soroti Jalan Sira Rusak Parah, GRB Ajak Warga Galang Dana ke Pengusaha dan Pengguna Jalan Untuk Perbaikan

 

Foto// ketua GRB Kabupaten Lombok Utara H. Bimbo



LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) Kabupaten Lombok Utara, bersama Ketua GRB H. Bimbo memastikan perjuangan memperbaiki kondisi Jalan Sira, Dusun Sira, Desa Singgar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum berakhir.

Rencana aksi yang sedianya digelar Minggu (28/06/2026) ditunda, namun GRB menegaskan akan tetap melakukan gerakan apabila pemerintah daerah tidak segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan yang dinilai sudah lama rusak parah.

Bahkan, H. Bimbo menyebut pihaknya siap melakukan langkah alternatif dengan menggalang dana dari para pengguna jalan, pelaku pariwisata, hingga para pemain golf yang setiap hari memanfaatkan akses tersebut.

“Kalau permintaan kami tidak direspons, nanti kami akan minta sumbangan kepada pengguna jalan. Bukan hanya masyarakat, tapi juga pelaku wisata, pemain golf, dan orang-orang yang menggunakan jalan Sira,” tegas H. Bimbo.

Menurutnya, penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap akses jalan yang menjadi jalur menuju kawasan wisata dan fasilitas penting di Lombok Utara.

“Kalau pemerintah belum bisa memperbaiki, kita akan bergerak bersama. Minimal untuk membeli semen dan memperbaiki sementara jalan Sira,” ujarnya.

H. Bimbo menegaskan, penundaan aksi bukan berarti GRB membatalkan tuntutan. Ia memilih menunda karena pada hari yang sama terdapat sejumlah pejabat penting dari pusat maupun daerah yang akan beraktivitas di kawasan golf Sira.

“Saya tunda karena menghargai pejabat Lombok Utara, khususnya Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, karena hari Minggu itu ada pejabat-pejabat penting yang bermain golf,” katanya.

Ia menyebut tidak ingin aksi tersebut justru berdampak terhadap Pemerintah Kabupaten Lombok Utara ketika banyak pejabat luar daerah datang ke kawasan tersebut.

“Kalau saya melakukan aksi saat mereka datang, itu bisa berdampak pada pemerintah daerah. Saya tidak mau menampar secara langsung pejabat Lombok Utara ketika banyak pejabat luar daerah datang bermain golf,” ungkapnya.

Namun, H. Bimbo kembali menegaskan persoalan Jalan Sira harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, kondisi jalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun sejak masa pemerintahan sebelumnya hingga saat ini.

“Ini sudah lama, dari zaman Bupati Djohan sampai hari ini di zaman Pak Najmul. Jalan ini bukan hanya rusak, tapi sudah hancur,” ujarnya.

Ia menilai sangat ironis kawasan yang menjadi salah satu wajah pariwisata Lombok Utara masih memiliki akses jalan yang memprihatinkan.

“Di sana ada hotel, vila, lapangan golf. Banyak orang luar daerah bahkan luar negeri datang. Masak wajah pariwisata rusak akibat jalan, seharusnya ini menjadi prioritas,” katanya.

H. Bimbo juga meminta pemerintah tidak melakukan perbaikan sekadar tambal sulam, melainkan harus dilakukan pembangunan dengan kualitas yang lebih baik.

“Jangan tambal sulam lagi, harus hotmix. Jalan ini sudah pernah ditanami pisang oleh masyarakat, pernah juga ditambal oleh masyarakat beberapa tahun lalu,” jelasnya.

Ia juga mempertanyakan belum masuknya ruas Jalan Sira dalam rencana pekerjaan tahun 2026 yang telah diumumkan pemerintah daerah.

“Seharusnya jalan Sira masuk dalam anggaran perubahan, tapi kenyataannya tidak ada,” ujarnya.

Meski aksi ditunda, GRB memastikan gerakan tetap berjalan apabila tidak ada langkah nyata dari pemerintah.

“Kita tetap akan lakukan aksi. Kita hanya menunggu waktu yang tepat. Jalan ini adalah aset masyarakat dan menjadi akses menuju kawasan yang menghasilkan pendapatan daerah,” pungkas H. Bimbo.

 Penulis: Teno Haichal

0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close