Breaking News

Polisi Selidiki Isu “Teror Pocong” di Pemenang, Telusuri Penyebar Awal Informasi di Media Sosial

 


Foto//Kapolsek Pemenang AKP Henni Adriani

LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Pemenang, Polres Lombok Utara,, tengah mendalami informasi terkait dugaan kemunculan sosok “pocong” yang meresahkan warga dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Kapolsek Pemenang AKP Henni Adriani mengatakan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar tersebut sebagai hoaks maupun fakta sebelum dilakukan penyelidikan dan verifikasi di lapangan.

“Kita akan dalami dulu informasi ini agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Mau dibilang hoaks, kita juga harus tetap antisipasi agar jangan sampai kecolongan,” kata Henni saat dikonfirmasi, Selasa ( 9/6).

Menurutnya, pihak kepolisian menerima informasi bahwa sosok yang disebut-sebut menyerupai pocong tersebut diduga membawa senjata tajam saat berkeliaran pada malam hari.

“Ada informasi yang menyebutkan pocong itu membawa senjata tajam. Berarti kalau memang itu ada, pertanyaannya motifnya ke mana kalau membawa senjata tajam malam-malam?” ujarnya.

Henni menegaskan bahwa fokus kepolisian saat ini bukan hanya memastikan kebenaran informasi yang beredar, tetapi juga mengidentifikasi kemungkinan adanya unsur pidana apabila benar terdapat seseorang yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti masyarakat atau memiliki tujuan tertentu.

Untuk mengungkap kebenaran informasi tersebut, Polsek Pemenang juga akan menelusuri sumber awal penyebaran kabar yang beredar di media sosial.

“Kita tetap akan mendalami informasi ini, termasuk mencari penyebar pertama di platform media sosial agar bisa diketahui asal-usul informasi tersebut,” katanya.

Selain melakukan penyelidikan, pihak kepolisian saat ini juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan sejumlah tokoh masyarakat guna memperoleh informasi yang akurat sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

Menurut Henni, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan informasi yang beredar dapat diverifikasi secara objektif.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan dan keresahan publik.

“Masyarakat jangan cepat termakan isu hoaks. Kami minta warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Fenomena tersebut menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan dan pesan berantai mengenai dugaan kemunculan sosok pocong beredar luas di media sosial dan grup percakapan warga. Informasi itu memicu beragam reaksi masyarakat, mulai dari rasa penasaran hingga kekhawatiran akan keamanan lingkungan pada malam hari.

Kepolisian mengimbau warga yang memiliki informasi, rekaman video, maupun keterangan terkait kejadian tersebut agar segera melaporkannya kepada aparat setempat guna membantu proses verifikasi dan penyelidikan.

Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak dan belum menemukan bukti yang dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Yang terpenting saat ini adalah masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang belum tentu benar, dan menyerahkan proses pendalaman kepada pihak kepolisian,” kata Henni. ( Ten )


Penerbit : Pena NTB, Metro Terkini

Editor : Wiswa Karma

0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close