Breaking News

Pocadi Mulai Tumbuh di KLU, Dinas Perpustakaan Dorong Warga Dekat dengan Literasi Digital

 

Foto// Ilustrasi 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Upaya memperkuat budaya literasi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Salah satu langkah yang ditempuh Dinas Perpustakaan KLU yakni menghadirkan Pojok Baca Digital (Pocadi) di sejumlah wilayah desa sebagai sarana mempermudah masyarakat mengakses bahan bacaan berbasis digital.

Kepala Dinas Perpustakaan KLU, Rusdianto mengatakan, saat ini keberadaan Pocadi di Lombok Utara masih berada di tiga lokasi. Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang kemudian didukung pemerintah daerah melalui penyediaan bahan bacaan serta fasilitas penunjang.

“Untuk Pojok Baca Digital ini kita baru sekitar tiga tempat. Ini bantuan dari pusat, sementara kami memfasilitasi dengan menyediakan bahan bacaan dan fasilitas pendukungnya,” ujar Rusdianto, Senin (06/06/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran Pocadi menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah desa. Saat ini Pocadi telah tersedia di Desa Gili Sari, Selelos, dan Medana.

Menurut Rusdianto, masyarakat kini tidak harus datang langsung ke perpustakaan utama untuk mendapatkan bahan bacaan. Dengan adanya Pocadi, akses terhadap buku dan informasi digital dapat dilakukan lebih mudah dan dekat dengan lingkungan masyarakat.

Ke depan, Dinas Perpustakaan KLU berencana memperluas keberadaan Pocadi agar tidak hanya berada di desa, tetapi juga hadir di sejumlah ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kami ingin Pocadi tidak hanya ada di desa, tetapi juga hadir di tempat-tempat fasilitas umum. Mudah-mudahan nantinya bisa ada juga di kawasan Lapangan Tanjung,” katanya.

Meski berbagai fasilitas literasi terus dikembangkan, Rusdianto mengakui peningkatan minat baca masyarakat masih menjadi tantangan. Perkembangan teknologi serta tingginya penggunaan gawai membuat kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi mengalami perubahan.

Ia menyebut, hingga kini tingkat minat baca masyarakat Lombok Utara belum dapat diukur secara pasti. Namun, pemerintah daerah telah menyediakan layanan perpustakaan digital dengan koleksi sekitar 8.000 judul buku.

“Koleksi digital kita saat ini kurang lebih 8.000 judul, tetapi memang harus terus diperbarui agar masyarakat semakin tertarik mengaksesnya,” jelasnya.

Selain layanan digital, Dinas Perpustakaan KLU juga tengah merancang konsep ruang baca terbuka yang nyaman bagi masyarakat. Ruang tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana membaca yang lebih santai dan menarik di area publik.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting. Rusdianto memperkirakan pembangunan satu unit fasilitas baca terbuka membutuhkan anggaran sekitar Rp75 juta hingga Rp100 juta.

“Harapan kita tentu dukungan anggaran bisa membantu mewujudkan fasilitas ini. Saat ini sudah diajukan, namun tetap menyesuaikan kuota dan skala prioritas yang ada,” tutupnya.

Dengan hadirnya Pocadi dan penguatan layanan digital, Dinas Perpustakaan KLU berharap budaya membaca masyarakat dapat terus berkembang seiring perubahan zaman. (Ten)



0 Komentar



























Type and hit Enter to search

Close