![]() |
| Foto//Kepala Bidang Bina Marga PUPR KLU, T.A Sahgiwan, |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menggenjot pembangunan infrastruktur jalan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), anggaran sebesar Rp10 miliar disiapkan untuk merevitalisasi sejumlah ruas jalan strategis yang tersebar di lima kecamatan.
Saat ini proyek tersebut masih berada dalam tahapan masa sanggah pasca proses tender yang diumumkan pada Mei 2026.
Meski sempat mengalami penyesuaian jadwal, pemerintah memastikan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR KLU, T.A Sahgiwan, menjelaskan bahwa mundurnya proses tender bukan tanpa alasan. Lonjakan harga material konstruksi, khususnya aspal yang dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), membuat pihaknya harus menyesuaikan kembali dokumen perencanaan dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
"Awalnya paket pekerjaan ini sudah siap lebih awal. Namun karena terjadi kenaikan harga bahan baku, terutama yang berkaitan dengan aspal dan BBM, maka kami harus melakukan penyesuaian agar perencanaan dan anggaran tetap realistis," jelas Sahgiwan, Senin (22/6/2026).
Program revitalisasi tersebut menyasar satu ruas jalan prioritas di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Bayan, penanganan dilakukan pada ruas Akar-Akar–Pawang Timpas dengan panjang pekerjaan sekitar 800 hingga 900 meter.
Sementara itu, di Kecamatan Kayangan, pemerintah akan membangun ruas Lenggorong–Pangsor di Desa Gumantar.
Ruas yang sebagian masih berupa jalan tanah itu awalnya direncanakan sepanjang 1,5 kilometer, namun karena penyesuaian anggaran diperkirakan hanya dapat dikerjakan sekitar 800 meter hingga satu kilometer.
Di Kecamatan Gangga, ruas Gondang–Murmas menjadi prioritas. Dari total panjang jalan hampir 2,5 kilometer, sekitar 700 meter akan ditangani pada tahun anggaran 2026.
Adapun di Kecamatan Tanjung, pemerintah memusatkan perhatian pada ruas Leong Barat yang selama ini menjadi harapan masyarakat.
Jalan sepanjang kurang lebih 1,2 kilometer tersebut merupakan akses penting bagi warga dan jalur distribusi hasil pertanian menuju kawasan Lingkar Selatan.
"Ruas Leong Barat menjadi prioritas karena tinggal menyisakan sebagian kecil jalan tanah. Aktivitas masyarakat dan mobilisasi hasil perkebunan di wilayah itu juga cukup tinggi," ungkapnya.
Sedangkan di Kecamatan Pemenang, revitalisasi dilakukan pada ruas Menggala–Jeruk Manis yang terhubung langsung dengan jalan provinsi.
Selain perbaikan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup penyesuaian elevasi pada area oprit jembatan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Sahgiwan, proses tender saat ini masih memasuki masa sanggah yang akan berlangsung hingga awal Juli mendatang.
Jika tidak ada sanggah banding, pemerintah menargetkan penandatanganan kontrak dapat dilakukan pada pertengahan Juli 2026.
"Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, pekerjaan akan berlangsung selama lima bulan dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026," tegasnya.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di seluruh kecamatan yang menjadi sasaran pembangunan.

0 Komentar