Breaking News

Karung Pasir di Pinggang, Surat Wasiat di Saku: Akhir Tragis Pria Lombok Utara yang Diduga Terjerat Judi Online

 

Foto//Korban saat dievakuasi pihak kepolisian 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM –  Seorang pria berinisial AH (58) ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Tanjung Busur, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan,, Kabupaten Lombok Utara, pada Senin (16/06/2026), dengan kondisi yang memprihatinkan. 

Di pinggang korban terikat tali nilon yang tersambung dengan karung berisi pasir seberat sekitar 25 kilogram.

Penemuan jasad tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar. Korban yang diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas diduga mengakhiri hidupnya setelah mengalami tekanan ekonomi dan beban psikologis yang berkaitan dengan utang serta aktivitas judi online.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat bernama Aprianto. Sekitar pukul 17.30 WITA, usai kembali dari melaut, ia melihat sebuah benda mencurigakan di bibir pantai yang awalnya dikira batang kayu hanyut. 

Namun setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan tubuh seorang pria yang sudah tidak bernyawa.

Aprianto kemudian segera melaporkan temuannya kepada warga dan aparat setempat. Tidak lama kemudian, lokasi penemuan dipadati warga yang ingin mengetahui kejadian tersebut.

Suasana duka semakin terasa ketika seorang remaja berinisial MF (17) yang datang ke lokasi mengenali jasad tersebut sebagai ayah kandungnya. Tangis keluarga pun pecah di tengah kerumunan warga yang menyaksikan proses evakuasi.

Kapolres Lombok Utara melalui Kasat Reskrim IPTU I Komang Wilandra menjelaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan bunuh diri.

Salah satu temuan penting adalah dua lembar surat tulisan tangan yang ditemukan di kantong celana korban. Surat yang ditulis menggunakan bahasa Sasak tersebut berisi pesan-pesan terakhir yang ditujukan kepada anak-anaknya.

Dalam salah satu surat, korban meminta agar telepon genggam miliknya yang berada di kantong celana disimpan sebagai kenang-kenangan. Ia juga menitipkan pesan terkait seekor sapi kepada seseorang yang disebutkan dalam surat tersebut.

Sementara pada surat lainnya, korban berpesan kepada anaknya agar menjaga diri dengan baik dan tidak berperilaku nakal. Dalam surat itu pula korban mengungkapkan bahwa dirinya tengah menghadapi berbagai persoalan hidup yang berat.

“Dari hasil olah TKP ditemukan dua lembar surat wasiat yang ditulis tangan oleh korban. Surat tersebut berisi pesan-pesan pribadi yang ditujukan kepada anak-anaknya,” ujar IPTU I Komang Wilandra.

Penyelidikan kemudian berlanjut dengan pemeriksaan terhadap telepon genggam milik korban. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan sejumlah pesan terkait tagihan pinjaman serta riwayat aktivitas judi online yang cukup intens.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban sedang menghadapi tekanan ekonomi yang serius. Polisi menyebut fakta-fakta yang ditemukan, baik di lokasi kejadian maupun dari perangkat komunikasi korban, mengarah pada persoalan finansial yang diperparah oleh aktivitas perjudian daring.

“Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, termasuk isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga sengaja mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online,” jelas Komang.

Hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Darah yang keluar dari mulut korban disebut merupakan kondisi yang dapat terjadi pada korban tenggelam dan tidak mengindikasikan adanya tindak kekerasan.

Polisi menduga karung berisi pasir yang diikatkan ke pinggang korban sengaja digunakan sebagai pemberat agar tubuhnya tenggelam ke dasar laut.

Pihak keluarga akhirnya memilih menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang telah disampaikan kepada penyidik.

Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.


0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close