Breaking News

DLH Lombok Utara Targetkan Retribusi Persampahan Rp2,75 Miliar pada 2026

 


Foto//


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara melalui UPTD BLUD Persampahan menargetkan pendapatan retribusi persampahan sebesar Rp2,75 miliar pada tahun ini. 

Meski realisasi hingga triwulan kedua baru mencapai sekitar 24 persen, pihak DLH tetap optimistis target tersebut dapat tercapai melalui berbagai inovasi dan pengembangan sumber pendapatan baru.

Kepala UPTD BLUD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara Faturahman Wiratmo menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya pihaknya berhasil melampaui target pendapatan retribusi yang ditetapkan.

“Tahun kemarin target retribusi sebesar Rp1,5 miliar dan realisasinya mencapai sekitar Rp1,56 miliar. Tahun ini target dinaikkan menjadi Rp2,75 miliar,” ujarnya.

Namun demikian, capaian pendapatan hingga pertengahan tahun masih berada di bawah ekspektasi. 

Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keterbatasan anggaran operasional yang hanya mampu menopang kegiatan selama lima bulan pertama.

“Setelah itu, operasional banyak ditopang dari hasil retribusi yang masuk. Apa yang kami peroleh dari retribusi itulah yang digunakan untuk mendukung operasional di lapangan,” katanya.

Pendapatan tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional persampahan, mulai dari armada pengangkut sampah, alat berat, kendaraan roda tiga, hingga aktivitas pengelolaan sampah di TPST Gili Trawangan.

Menurutnya, salah satu sumber pendapatan yang memberikan kontribusi signifikan berasal dari sektor perhotelan. 

Selain itu, keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai menjadi sumber penerimaan baru bagi UPTD BLUD Persampahan.

“Kalau yang berdampak signifikan saat ini dari hotel. Selain itu, MBG juga menjadi salah satu sumber penghasilan yang kami kelola,” jelasnya.

Sistem retribusi untuk dapur MBG menggunakan perhitungan ritase atau frekuensi pengangkutan sampah yang mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 9. Besaran retribusi rata-rata mencapai sekitar Rp2 juta per bulan untuk setiap dapur MBG, meskipun nominalnya dapat berbeda tergantung pola pengangkutan sampah.

Saat ini tercatat sekitar enam hingga tujuh dapur MBG aktif yang telah berlangganan layanan pengangkutan sampah. 

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring adanya beberapa dapur MBG yang masih dalam tahap pembangunan.

“Kami melihat ini sebagai potensi ke depan. Beberapa dapur MBG masih dalam proses pembangunan sehingga nantinya bisa menjadi tambahan pelanggan,” ujarnya.

Meski demikian, DLH menegaskan bahwa pengelolaan sampah di dapur MBG tetap menjadi tanggung jawab pengelola. UPTD Persampahan hanya menangani sampah residu yang tidak dapat diolah.

“Kami mengambil sampah residunya saja. Sampah yang masih bisa dikelola tetap menjadi tanggung jawab pengelola. Karena itu kami juga memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah,” katanya.

Dengan adanya potensi penambahan pelanggan dari sektor MBG, dukungan sektor perhotelan, serta berbagai inovasi yang tengah disiapkan, DLH Kabupaten Lombok Utara optimistis target pendapatan retribusi persampahan sebesar Rp2,75 miliar pada tahun ini dapat tercapai.



0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close