Breaking News

Dari Hasil Tani Jadi Produk Bernilai, Pemkab KLU Perkuat Pelaku Usaha Olahan Jagung

 



Foto//Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri 


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM— Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong pengembangan produk lokal agar memiliki nilai tambah. 

Salah satunya melalui penyerahan bantuan alat pengolahan jagung bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., didampingi Kepala Diskoperindag KLU, H. Haris Nurdin, S.Sos., di Aula Diskoperindag Lombok Utara, Jumat (26/6/2026).

Bantuan peralatan tersebut merupakan program Bidang Perindustrian Diskoperindag KLU yang menyasar kelompok IKM pengolah jagung di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Kayangan, Gangga, dan Pemenang.

Kepala Diskoperindag Lombok Utara, H. Haris Nurdin, mengatakan para penerima bantuan sebelumnya telah mengikuti pelatihan pengolahan jagung. 

Sebanyak 30 peserta dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang yang berasal dari Kecamatan Bayan, Gangga, dan Pemenang.

"Semoga pelatihan serta fasilitas yang kami berikan dapat memberikan manfaat nyata, mengingat bantuan ini bersumber dari APBD," ujarnya.

Menurutnya, pemberian fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menyampaikan pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan IKM melalui berbagai program pendampingan dan penyediaan sarana produksi.

"Semoga peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Saya bersama Diskoperindag akan melakukan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas pelatihan dan bantuan alat ini," katanya.

Ia menegaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus membantu penanggulangan kemiskinan, terutama bagi masyarakat yang masuk kategori desil satu hingga desil empat. (Ten)


0 Komentar
























Type and hit Enter to search

Close