![]() |
| Foto//Alun-alun kota Tanjung nampak depan |
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM — Harapan masyarakat untuk melihat kelanjutan wajah baru Alun-Alun Kota Tanjung kembali harus menunggu. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan pembangunan lanjutan kawasan tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahun 2026 karena belum tersedianya anggaran.
Alun-Alun Kota Tanjung yang menjadi salah satu ikon penataan kawasan perkotaan di ibu kota Kabupaten Lombok Utara masih akan menunggu kelanjutan pembangunan hingga tahun 2027.
Pemerintah daerah menyebut kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya, mengatakan pembangunan lanjutan Alun-Alun Kota Tanjung belum dapat dilaksanakan pada tahun ini.
“Untuk pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung pada tahun 2026 ini belum bisa kita lanjutkan,” ujar Rangga Wijaya baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tetap memiliki komitmen untuk melanjutkan pembangunan alun-alun tersebut.
Namun pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Insya Allah tahun 2027 kita akan bangun, tergantung ada anggaran,” katanya.
Rangga menyebutkan, kelanjutan pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung masih membutuhkan anggaran miliaran rupiah.
Namun kebutuhan tersebut belum dapat dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
“Untuk tahun ini anggaran untuk alun-alun belum ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran membuat DPUPRPKP KLU lebih memfokuskan pembangunan pada sejumlah program yang dianggap lebih prioritas dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Untuk tahun ini bidang Cipta Karya fokus ke pembangunan Kantor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara, pembangunan gapura pembatas di Klui, kemudian SPAM di Bayan,” ungkap Rangga.
Selain pembangunan infrastruktur pemerintahan dan layanan dasar, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap pengembangan ruang bagi generasi muda.
Salah satunya melalui pembangunan Gedung Youth Center dengan anggaran sebesar Rp1,8 miliar.
Gedung tersebut nantinya diharapkan menjadi ruang kreativitas, pengembangan bakat, serta wadah berbagai aktivitas positif bagi generasi muda Kabupaten Lombok Utara.
“Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang kreativitas, pengembangan bakat, serta aktivitas positif bagi generasi muda di Kabupaten Lombok Utara,” tutupnya.

0 Komentar