![]() |
| Foto//Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dende Dewi Tresni Budi Astuti, |
Jurnalis: Teno Haichal
Lombok Utara || Penantb.com – Wacana pengalihan trayek kapal cepat dari Bali menuju kawasan tiga Gili melalui Pelabuhan Senggigi mulai ramai diperbincangkan di kalangan pelaku pariwisata.
Dalam skema yang beredar, seluruh penumpang fast boat dari Bali disebut akan diturunkan di Senggigi sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Isu tersebut memicu beragam tanggapan, terutama dari pelaku wisata di Lombok Utara yang selama ini menggantungkan akses utama wisatawan melalui Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dende Dewi Tresni Budi Astuti, menegaskan hingga saat ini belum ada rencana resmi terkait pemindahan trayek kapal cepat dari Bangsal ke Senggigi.
“Jadi untuk saat ini dan beberapa tahun ke depan belum ada rencana untuk memindahkan ke Senggigi,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Dende, dirinya langsung berkoordinasi dengan Syahbandar Pemenang yang juga membawahi wilayah Senggigi setelah banyak menerima pertanyaan dari pelaku dan pemerhati pariwisata.
Ia menilai, pemindahan jalur fast boat bukan persoalan sederhana karena menyangkut kesiapan infrastruktur pelabuhan dan pelayanan penumpang dalam jumlah besar.
“Ketika kita berbicara memindahkan trayek, yang jadi pertanyaan sudah siapkah infrastruktur di sana menerima sekian banyak kapal cepat, kemudian pelayanan penumpangnya. Saat ini hanya Bangsal yang paling siap,” tegasnya.
Meski demikian, Dende memahami munculnya wacana tersebut sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang pernah menjadi ikon wisata Pulau Lombok.
“Jadi sah-sah saja kalau ada wacana memindahkan trayek. Mungkin itu yang diharapkan bupati dan jajaran sebagai salah satu strategi menghidupkan Senggigi,” katanya.
Namun ia kembali memastikan bahwa hingga kini belum ada pembahasan resmi maupun keputusan dari pihak Syahbandar terkait pemindahan trayek kapal cepat tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Daerah KLU tetap fokus membenahi sektor pariwisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
Tahun 2026 ini, KLU kembali menargetkan satu juta kunjungan wisatawan setelah tahun sebelumnya realisasi kunjungan masih berada di angka sekitar 800 ribu wisatawan.
“Yang jelas saat ini kami tetap fokus membenahi pariwisata KLU guna mendatangkan wisatawan sebanyak mungkin. Mudahan tahun ini bisa tercapai,” tutupnya.

0 Komentar