![]() |
| Foto// Kepala DKPPP Lombok Utara, Tresnahadi |
Jurnalis: Teno Haichal
Lombok Utara || Penantb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi.
Bahkan, salah satu sapi asal Kecamatan Gangga terpilih sebagai sapi kurban Presiden RI tahun 2026.
Kepala DKPPP Lombok Utara, Tresnahadi mengatakan sapi yang terpilih merupakan jenis simental dengan bobot mencapai 1.078,5 kilogram milik Asmudin, warga Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga.
“Alhamdulillah sapi kita di Lombok Utara terpilih sebagai sapi kurban Presiden. Sapi tersebut jenis simental dengan berat 1.078,5 kilogram milik Pak Asmudin dari Dusun Gangga, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga,” ujarnya Rabu (13/05/2026).
Ia menyebut, sapi tersebut ditawarkan dengan harga Rp135 juta dan memiliki bobot lebih besar dibanding sapi kurban Presiden dari Lombok Utara pada tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin, sapi yang sekarang lebih berat,” katanya.
Tresnahadi memastikan kondisi kesehatan sapi telah melalui pemeriksaan ketat dan dinyatakan sehat serta layak menjadi hewan kurban Presiden.
“Untuk kesehatan sapi sudah kita pastikan sehat. Alhamdulillah itu juga sudah disetujui. Dalam proses finalisasi kami juga diundang oleh Dinas Peternakan Provinsi untuk membahas berbagai kesiapan dan kesepakatan prosesnya,” jelasnya.
Selain itu, DKPPP Lombok Utara juga memastikan stok hewan kurban di daerah setempat mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Berdasarkan data populasi ternak, jumlah sapi di Lombok Utara mencapai sekitar 76 ribu ekor, sedangkan kambing sekitar 35 ribu ekor.
“Kalau melihat populasi ternak kita, ketersediaan hewan kurban di Lombok Utara sangat aman. Sementara data hewan kurban tahun kemarin juga tidak sampai seribu ekor,” ungkap Tresnahadi.
Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, DKPPP juga telah mengutus petugas di lima kecamatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan jumlah hewan kurban di setiap masjid.
“Kami menurunkan staf untuk mengecek kesehatan hewan kurban sebelum disembelih sambil melakukan pendataan di setiap masjid, baik jumlah sapi maupun kambing,” katanya.
Secara umum, pihaknya memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi masyarakat.

0 Komentar