Breaking News

Retribusi Pariwisata KLU Ditargetkan Rp16 Miliar, Dispar Optimistis Kunjungan Wisatawan Meningkat

 

Foto//Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Denda Dewi Tresna Astuti


LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis target penerimaan retribusi sektor pariwisata sebesar Rp16 miliar pada tahun 2026 dapat tercapai. Keyakinan tersebut didorong meningkatnya tren pemesanan wisata di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menjelang musim kunjungan wisatawan pertengahan tahun.

Hingga akhir triwulan pertama 2026, realisasi pendapatan retribusi pariwisata tercatat mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Meski masih di bawah target tahunan, Dinas Pariwisata (Dispar) KLU menilai capaian tersebut masih sesuai dengan pola kunjungan wisata yang umumnya mengalami peningkatan pada semester kedua.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Denda Dewi Tresna Astuti, mengatakan sektor pariwisata mulai menunjukkan tren positif setelah menghadapi berbagai tantangan pada awal tahun.

"Kondisi awal tahun memang belum sepenuhnya kondusif, namun melihat data reservasi dari teman-teman pelaku wisata di tiga gili, progresnya sudah mulai membaik. Kami berharap mulai Juni kondisi sudah stabil dan memasuki periode puncak kunjungan wisatawan," ujarnya (31/05/2026).

Menurutnya, kawasan Tiga Gili masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan sektor pariwisata di Lombok Utara. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengelolaan retribusi agar potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan.

Selain mengandalkan destinasi unggulan di kawasan kepulauan, Dispar juga terus mendorong pengembangan wisata daratan. Desa Wisata Senaru menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata dengan kontribusi sekitar Rp1 miliar pada tahun sebelumnya.

Saat ini, pemerintah daerah juga fokus mengembangkan sejumlah destinasi baru, di antaranya Pantai Impos di Kecamatan Tanjung dan Desa Wisata Genggelang di Kecamatan Gangga. Pengembangan dilakukan melalui proses legalisasi destinasi serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

Denda Dewi menegaskan diversifikasi destinasi wisata menjadi strategi penting agar sumber pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada kawasan Tiga Gili. Dengan semakin banyak destinasi yang memiliki legalitas dan tata kelola yang baik, kontribusi terhadap PAD diharapkan terus meningkat.

"Kami ingin seluruh destinasi wisata di Lombok Utara dapat memberikan kontribusi terhadap PAD secara legal, terukur, dan berkelanjutan," katanya.

Dispar KLU berharap momentum libur pertengahan tahun mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sehingga target penerimaan retribusi pariwisata sebesar Rp16 miliar pada 2026 dapat tercapai. Peningkatan kunjungan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan destinasi wisata. (Ten)

0 Komentar




























Type and hit Enter to search

Close