![]() |
| Foto// Ketua Bhayangkari cabang Lombok Utara Ny. Henny Agus Purwanta saat menerima bibit ikan |
Jurnalis: Teno Haichal
LOMBOK UTARA, PENANTB.COM – Bhayangkari Cabang Lombok Utara menerima bantuan sebanyak 5.000 benih ikan nila dan 1.000 benih ikan lele dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (26/5/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung penguatan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang tengah dikembangkan Bhayangkari sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.
Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta mengatakan, bantuan benih ikan itu akan dimanfaatkan melalui program budidaya ikan air tawar yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Utara.
“Bantuan berupa benih ikan nila dan ikan lele ini akan kami manfaatkan untuk mendukung Program Pekarangan Pangan Bergizi atau P2B yang saat ini terus dikembangkan Bhayangkari Cabang Lombok Utara. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Menurut Heny, ribuan benih ikan tersebut nantinya akan didistribusikan ke lima Polsek jajaran Polres Lombok Utara, Kelompok Tani Perempuan Desa Dangiang melalui Polsek dan Bhabinkamtibmas setempat, serta kepada anggota Bhayangkari di sekitar Mapolres Lombok Utara sebagai lokasi percontohan.
Ia menjelaskan, program budidaya ikan air tawar tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga anggota Polri, tetapi juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan menjadi sumber pangan bergizi dan bernilai ekonomis.
“Harapan kami, hasil dari program ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat secara luas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Tawar dan Prayau DKP NTB, Zainal Abidin menyebut bantuan benih ikan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Bhayangkari dalam mendukung pengembangan budidaya perikanan berbasis rumah tangga.
Menurutnya, Program P2B yang dijalankan Bhayangkari memiliki dampak positif dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah menjadi sumber pangan alternatif yang produktif dan berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Zainal menambahkan, ikan nila dan lele dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki daya tahan tinggi, serta menjadi sumber protein yang baik bagi kebutuhan gizi keluarga.
Program P2B Bhayangkari Cabang Lombok Utara sendiri kini menjadi salah satu program strategis organisasi dalam mendukung pangan mandiri melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang produktif dan berkelanjutan.

0 Komentar