Breaking News

Antisipasi El Nino, DKPPP Lombok Utara Imbau Petani Bijak Gunakan Air


Foto//Kepala DKPPP Lombok Utara, Tresnahadi



 Jurnalis: Teno Haichal


Lombok Utara || Penantb.com – Mengantisipasi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mengimbau para petani agar menggunakan air secara bijak untuk kebutuhan pertanian.

Kepala DKPPP Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan ketersediaan air pada musim kemarau tentu mengalami penurunan dibandingkan saat musim hujan. 

Karena itu, pola penggunaan air perlu diatur agar seluruh lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air.

“Tentu kami selalu menghimbau kepada masyarakat khususnya para petani agar betul-betul bijak menggunakan air, karena sekarang sudah masuk musim kemarau. Tentunya ketersediaan air semakin menurun dan tidak sama seperti saat musim hujan,” ujarnya Rabu (13/05/2026).

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu diterapkan petani adalah sistem pembagian dan penggiliran air irigasi di setiap blok sawah agar penggunaan air tidak dilakukan secara bersamaan.

“Misalnya dalam satu blok sawah diatur giliran pengairannya, jangan sampai serentak karena nanti air tidak cukup,” jelasnya.

Tresnahadi mencontohkan, salah satu kelompok tani di wilayah Gondang telah menerapkan sistem penggiliran pengairan sawah. 

Dalam satu blok petak sawah, pengairan dilakukan secara bergantian, bahkan bisa hanya satu kali dalam seminggu.

“Itulah cara kita menyiasati semakin menurunnya debit air akibat musim kemarau,” katanya.

Terkait pola tanam, DKPPP menyerahkan kepada kondisi dan kesiapan masing-masing wilayah serta petani. 

Sejumlah daerah di Lombok Utara diketahui masih mampu menerapkan pola tanam padi hingga tiga kali dalam setahun, termasuk di wilayah Kecamatan Tanjung.

Sementara di wilayah lainnya, petani menerapkan pola tanam padi dan palawija secara bergantian menyesuaikan kondisi air dan lahan pertanian.

“Kalau pola tanam tergantung kondisi dan kesempatan masing-masing. Ada yang padi tiga kali setahun, ada juga yang padi-palawija. Itu kita serahkan kepada masyarakat karena petani sudah berpengalaman mengantisipasi kondisi seperti ini,” tutupnya.


0 Komentar























Type and hit Enter to search

Close