Breaking News

BPBD KLU Siapkan Suplai Air untuk Gili Meno, Antisipasi Dampak Kemarau Ekstrem 2026

 

Foto// penampungan air di Gili Meno 



Lombok Utara || Penantb.com– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan komitmen penuh dalam mendukung kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Gili Meno sepanjang tahun 2026.

Kepala BPBD KLU, M. Zaldy Rahadian, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengalokasikan program suplai air bersih khusus untuk wilayah tersebut. 

Saat ini, koordinasi intensif telah dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa guna menentukan pola distribusi yang paling efektif.

“Untuk tahap awal, kami sepakati suplai dilakukan dua kali dalam seminggu, karena kondisi di Gili Meno masih ada hujan. Namun ke depan, intensitasnya bisa bertambah menjadi tiga hingga empat kali seminggu jika musim kemarau semakin kering,” ujarnya.

Dalam sekali pengiriman, BPBD mendistribusikan sekitar 5 kubik air bersih. Namun, evaluasi awal menunjukkan bahwa distribusi tiga kali seminggu sempat tidak efektif karena kapasitas bak penampungan di lokasi belum mampu menampung seluruh suplai.

“Ketika kita kirim tiga kali, ternyata air di bak belum habis, sehingga sebagian air harus kita bawa kembali. Ini jadi bahan evaluasi agar distribusi lebih tepat sasaran,” jelasnya.

BPBD menargetkan program suplai air ini berlangsung selama tiga bulan. Namun, durasi tersebut bisa berubah menjadi lebih singkat apabila intensitas pengiriman ditingkatkan seiring memburuknya kondisi cuaca.

Zaldy juga mengingatkan potensi terjadinya fenomena El Nino ekstrem pada 2026 yang diperkirakan berdampak signifikan terhadap ketersediaan air, khususnya di sektor pertanian.

“Informasi dari BMKG menunjukkan musim kemarau tahun ini berpotensi lebih cepat, lebih panjang, dan lebih kering. Ini harus diantisipasi semua pihak, terutama sektor pertanian agar tidak terjadi gagal panen,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, khususnya antara Dinas Pertanian dan Dinas PUPR dalam menyusun pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air dan kondisi iklim ekstrem.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berupaya maksimal agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, terutama di wilayah kepulauan seperti Gili Meno.

“Pemerintah daerah akan memastikan air tetap tersedia. Tidak boleh ada kekosongan layanan, apalagi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan suplai air yang ada secara bijak agar dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

Dengan langkah antisipatif ini, Pemkab Lombok Utara berharap krisis air di Gili Meno dapat diminimalisir, sekaligus menjaga stabilitas kehidupan masyarakat di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem.



0 Komentar























Type and hit Enter to search

Close