Breaking News

Perjalanan Artadi: Dari Penjual Kayu Bakar hingga Tiga Periode di DPRD KLU

 

Foto// Angota DPRD Kabupaten Lombok Utara fraksi Gerindara


Lombok Utara || PenaNTB.com – Kisah hidup Artadi menjadi salah satu contoh nyata perjuangan dari bawah yang penuh ketekunan dan kerja keras. Lahir dan besar di Dusun Tuti, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Artadi berhasil menembus berbagai keterbatasan ekonomi hingga kini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama tiga periode berturut-turut.

Sejak kecil, Artadi sudah terbiasa menghadapi kerasnya kehidupan. Saat masih duduk di bangku SDN 9 Prawira, ia tidak hanya fokus belajar, tetapi juga membantu ekonomi keluarga. Ia pernah berjualan es mambo di sekolah. Bahkan sebelum berangkat sekolah, Artadi harus berjalan kaki dari Dusun Tuti menuju Karang Langu, Tanjung untuk menjual kayu bakar. Sepulang dari berjualan, ia menyempatkan diri mandi di Kali Pengembuk sebelum masuk sekolah.

Setelah lulus SD, Artadi melanjutkan pendidikan ke SLTP Negeri 1 Tanjung. Keterbatasan ekonomi membuatnya harus berjalan kaki setiap hari dari dusun menuju sekolah yang berada di wilayah Tanjung, tepatnya di sebelah timur kantor bupati saat ini. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMP pada tahun 1993.

Perjuangannya berlanjut ketika ia melanjutkan sekolah ke SPP Negeri Mataram dengan jurusan hortikultura. Selama menempuh pendidikan di sana, Artadi dikenal sebagai siswa berprestasi hingga mendapatkan beasiswa Supersemar. Ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2001.

Namun, perjalanan hidupnya tidak langsung mulus. Setelah lulus, Artadi sempat menganggur selama sekitar satu tahun, sebelum akhirnya bekerja sebagai tukang ojek selama dua tahun. Tak berhenti di situ, ia kemudian melamar sebagai staf di Kantor Desa Sokong dan diterima sebagai Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan selama empat tahun di masa kepemimpinan Kepala Desa Fajar Marta.

Saat bekerja di desa, Artadi terus mengembangkan diri. Ia mengikuti seleksi tenaga kontrak pusat sebagai penyuluh pertanian dan berhasil lolos, kemudian mengabdi selama empat tahun. Selain itu, ia juga sempat menjadi guru di Madrasah Sigar Penjalin selama tiga tahun, menjadi anggota Panwaslu sebanyak tiga kali, serta pernah bekerja di Dinas Pekerjaan Umum.

Di tengah kesibukan bekerja, Artadi juga melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Muhammadiyah Mataram. Untuk menambah penghasilan, ia menjalankan usaha sampingan jual beli mente dan hasil bumi lainnya, terutama karena kendaraan yang digunakan untuk ojek saat itu masih dalam kondisi kredit.

Dengan berbagai pengalaman dan keberanian mengambil risiko, Artadi akhirnya memutuskan mundur dari pekerjaannya dan terjun ke dunia politik. Pada tahun 2014, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara. Keputusan tersebut membuahkan hasil—ia berhasil terpilih dan terus dipercaya masyarakat hingga kini memasuki periode ketiga.

Kisah Artadi menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. Dengan kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang, seseorang dapat mengubah nasib dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat

0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close