![]() |
| Penerima Bantuan Pangan di KLU Naik 54 Persen, Pemda Tegaskan Bukan Karena Kemiskinan Bertambah |
Lombok Utara | PenaNTB.com – Jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami lonjakan hingga 54 persen pada alokasi terbaru.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan peningkatan tersebut bukan disebabkan bertambahnya warga miskin, melainkan karena adanya perubahan kebijakan dalam kriteria pendataan penerima bantuan.
Kepala Dinas Pertanian KLU, Tresnahadi, menjelaskan bahwa saat ini jumlah penerima bantuan tercatat mencapai 8.996 orang.
Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan periode Oktober–November 2025.
Menurutnya, peningkatan jumlah penerima terjadi karena pemerintah memperluas kategori penerima bantuan.
Jika sebelumnya hanya masyarakat pada kelompok desil 1 hingga 3 yang mendapatkan bantuan, kini cakupannya diperluas hingga desil 5.
“Ini bukan karena kemiskinan meningkat. Dulu hanya desil 1 sampai 3 yang menerima, sekarang diperluas menjadi desil 1 sampai 5. Jadi otomatis jumlah penerima bertambah,” ujar Tresnahadi Rabu (18/03/2026).
Perluasan kriteria tersebut justru dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat. Terlebih bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng sangat dibutuhkan warga, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Untuk alokasi Februari dan Maret, setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng setiap bulan.
Dengan demikian, total bantuan yang diterima dalam dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Ini sangat membantu, apalagi menjelang Idulfitri. Masyarakat tentu merasa terbantu untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Tresnahadi.
Ia menambahkan, program bantuan pangan ini juga berpotensi membantu menekan laju inflasi daerah.
Pasalnya, beras dan minyak goreng merupakan dua komoditas utama yang kerap memengaruhi pergerakan harga di pasaran.
“Dengan adanya bantuan ini, tentu bisa menekan inflasi karena dua komoditas utama itu langsung disalurkan ke masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, penyaluran bantuan diperkirakan belum dapat dilakukan sebelum Lebaran.
Pemerintah daerah masih menunggu kesiapan distribusi dari Bulog, termasuk proses pelabelan pada kemasan bantuan agar tidak diperjualbelikan.
“Harapannya sebelum Lebaran, tapi kemungkinan setelah Lebaran, sekitar 25 Maret mulai disalurkan,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Mara K. Siregar, menyebutkan bahwa distribusi bantuan pangan di wilayah NTB terus berjalan dengan pengawasan ketat.
Khusus untuk Kabupaten Lombok Utara, jumlah penerima bantuan tercatat sekitar 58 ribu keluarga dengan total penyaluran sekitar 580 ton beras.
“Alhamdulillah berjalan lancar. Ini kita kawal untuk alokasi Februari dan Maret agar tepat sasaran,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan di NTB juga meningkat signifikan, dari sekitar 580 ribu menjadi lebih dari 868 ribu penerima.
Kenaikan ini terjadi seiring kebijakan pemerintah yang memperluas cakupan penerima bantuan hingga desil 5.
Meski sempat tertunda akibat libur panjang, Bulog menargetkan distribusi bantuan kembali berjalan normal mulai 26 Maret di seluruh wilayah NTB.
“Harapannya bantuan ini tidak hanya membantu masyarakat, tapi juga mendukung rantai pasok beras di daerah,” kata Mara.
Dengan penyaluran yang terus dikebut, program bantuan pangan ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi masyarakat, baik untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran Topat maupun menjaga stabilitas konsumsi harian di tengah tekanan harga. (Ten)

0 Komentar