![]() |
| Foto// Suporter Ultras DayGun |
Lombok Utara | PenaNTB.com – Ultras Dayan Gunung menyatakan sikap resmi dengan akan melayangkan surat kepada Asprov PSSI NTB, KONI NTB, serta Gubernur Lalu Muhamad Iqbal terkait polemik trofi atau piala yang diberikan pada gelaran Liga 4 Zona NTB.
Ketua Suporter Daygunner, Ultras Daygun, Marianto, SH, menegaskan bahwa pihaknya bukan mempermasalahkan nilai materi dari hadiah tersebut, melainkan simbol penghargaan terhadap atlet yang dinilai tidak mencerminkan ajang resmi sekelas kompetisi Liga 4 tingkat provinsi.
“Kami kecewa bukan karena pialanya, tetapi karena gelaran sekelas Liga 4 Zona NTB justru menghadirkan piala yang menurut kami tidak layak dan tidak mencerminkan gengsi kompetisi resmi. Secara simbolik, ini bentuk penghargaan kepada atlet. Itu yang kami soroti,” tegasnya
Menurutnya, penghormatan terhadap atlet harus menjadi prioritas utama, apalagi Liga 4 merupakan bagian dari sistem kompetisi resmi yang berada di bawah naungan PSSI.
Ia menilai kualitas penyelenggaraan, termasuk standar trofi, seharusnya mencerminkan profesionalisme dan keseriusan dalam membina serta mengembangkan potensi atlet daerah.
Anton juga membandingkan dengan turnamen tingkat desa yang pernah digelar di Lombok Utara.
“Kami mengadakan Piala Kades saja hadiahnya ratusan juta dan pialanya bergengsi. Ini justru event resmi zona NTB, tapi simbol penghargaannya sangat jauh dari kata layak,” ujarnya.
Ultras Dayan Gunung menilai, jika NTB ingin benar-benar menjadi lumbung atlet nasional, maka setiap aspek penyelenggaraan kompetisi harus menunjukkan rasa hormat terhadap perjuangan atlet di lapangan.
Karena itu, mereka secara tegas meminta dilakukan audit terhadap penyelenggaraan Liga 4 Zona NTB, baik dari sisi anggaran, manajemen, maupun profesionalisme panitia.
“Kami meminta KONI NTB, Asprov PSSI NTB, dan panitia penyelenggara diaudit. Ini penting agar ke depan tidak ada lagi hal-hal yang mencederai semangat pembinaan atlet,” tambahnya
Pihak suporter menegaskan langkah bersurat tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan sepak bola NTB, bukan sekadar bentuk protes.
"Kami berharap adanya evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan kompetisi berikutnya lebih profesional, transparan, dan menjunjung tinggi nilai penghargaan terhadap atlet." Tutupnya.

0 Komentar