Breaking News

Serap Aspirasi Warga, DPRD KLU Tekankan Perbaikan Jalan di Pelosok Bayan

 

Serap Aspirasi Warga, DPRD KLU Tekankan Perbaikan Jalan di Pelosok Bayan



Lombok Utara | PenaNTB.com – Masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Bayan mengeluhkan kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan signifikan.

Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan reses Ketua Fraksi PKB DPRD KLU, Adwin Gablon, yang digelar pada Minggu (22/2/2026). 

Dalam forum tersebut, warga secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di pelosok Bayan.

“Setelah Pilkada selesai, sampai sekarang kepala daerah tak pernah turun lagi. Jangankan bupati atau wakil bupati, kepala dinas saja tidak pernah turun. Bagaimana bisa tahu kondisi jalan kami di sini,” ungkap salah seorang warga saat menyampaikan aspirasi.

Sejumlah titik jalan di pedalaman Bayan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. 

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Saat musim hujan, jalanan menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan, bahkan di beberapa titik tidak bisa dilewati sama sekali. 

Warga menilai pembangunan infrastruktur di Bayan masih tertinggal dibanding kecamatan lain di Kabupaten Lombok Utara.

Dalam aspirasi yang diserap, masyarakat mendesak agar anggaran infrastruktur ke depan lebih memprioritaskan perbaikan jalan di wilayah terisolasi. 

Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan tiang listrik guna menunjang kebutuhan penerangan.

Adwin Gablon yang merupakan anggota DPRD KLU Daerah Pemilihan (Dapil) IV Bayan sekaligus anggota Komisi II membenarkan adanya sejumlah titik kerusakan yang tersebar di beberapa desa.

“Titik-titik pedalaman ini menyebar di beberapa desa di Kecamatan Bayan,” jelasnya.

Adapun wilayah yang masuk kategori pedalaman dan mengalami krisis infrastruktur jalan antara lain Desa Andalan, Desa Akar-Akar bagian atas, Desa Gunjan Asri, Desa Loloan bagian atas, Desa Bayan bagian atas, Desa Sambik Elen bagian atas, serta Desa Batu Rakit bagian atas.

Menurut Adwin, persoalan jalan rusak di wilayah tersebut hampir selalu menjadi usulan rutin dalam setiap agenda reses maupun Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). 

Namun hingga kini, realisasi perbaikan dinilai belum maksimal.

Warga berharap Pemda KLU segera turun langsung meninjau kondisi riil di lapangan. Kehadiran bupati maupun kepala dinas terkait dinilai penting agar kebijakan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

“Kondisi ini sering kali menjadi keluhan warga, apalagi di musim hujan, jalanan becek dan tidak bisa dilewati kendaraan. Kita berharap ini menjadi perhatian serius karena selalu masuk dalam usulan hasil reses,” tutup Adwin. 



0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close