Breaking News

DPRD Lombok Utara Desak Evaluasi SMK Bayan Usai Video Kekerasan Siswa Viral

 



Foto//Ilustrasi 


Lombok Utara, PenaNTB.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) angkat bicara menyusul viralnya video dugaan kekerasan yang melibatkan siswa SMK di Kecamatan Bayan. 

Peristiwa tersebut dinilai sebagai cerminan lemahnya pengawasan sekolah sekaligus ancaman serius bagi dunia pendidikan di NTB.

Anggota DPRD KLU, Raden Nyakradi, menegaskan bahwa lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik, bukan justru tempat terjadinya perundungan dan kekerasan fisik.

“Pihak sekolah harus benar-benar memperketat pengawasan agar tidak terjadi tindakan bullying, apalagi kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar politisi Partai Golkar itu, Sabtu (07/02/2026).

Nyakradi menilai kasus tersebut tidak bisa diselesaikan secara biasa. Ia meminta Pemerintah Provinsi NTB segera turun tangan, baik dari unsur eksekutif maupun legislatif, untuk melakukan pendalaman serta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sekolah yang bersangkutan.

“Pemerintah provinsi harus bergerak cepat, memanggil pihak sekolah atau bahkan turun langsung ke Bayan guna melakukan pendalaman substansi dan evaluasi manajemen sekolah,” tegasnya.

Menurutnya, langkah cepat dan tegas diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak semakin mencoreng wajah pendidikan Lombok Utara maupun NTB secara umum.

“Intinya, lemahnya pengawasan pihak sekolah harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Selain itu, Nyakradi juga mendorong aparat kepolisian agar menangani kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif.

“Aparat kepolisian perlu bertindak tegas sesuai hukum, namun tetap mengedepankan restorative justice agar menjadi pembelajaran bagi anak-anak sejak dini untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dalam proses penanganan kasus, khususnya di Desa Loloan, Kecamatan Bayan.

“Polsek Bayan perlu memastikan penyelesaian persoalan ini tidak mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat setempat,” katanya.

Lebih lanjut, Nyakradi mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan ibu korban, proses hukum telah berjalan. 

Pihak keluarga korban menyatakan keberatan atas kejadian tersebut sehingga menempuh jalur hukum resmi.

“Setelah dilakukan visum, kasus ini sejak tadi malam sudah ditangani oleh Polsek Bayan karena orang tua korban keberatan,” jelasnya.DPRD Lombok Utara Desak Evaluasi SMK Bayan Usai Video Kekerasan Siswa Viral

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya penguatan sistem pencegahan kekerasan di sekolah, mulai dari pengawasan aktif, pembinaan karakter siswa, hingga respons cepat dan tegas saat insiden terjadi.




0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close