Breaking News

Dinsos PPPA KLU Dukung Program Jubah, Bupati Letakkan Batu Pertama Bedah Rumah di Bayan

Foto// Kepala Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Lombok Utara Faturahman 

 Lombok Utara, PenaNTB.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus memperkuat komitmen dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui Program Jubah (Jumat Bedah Rumah). 

Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., di Dusun Semokan, Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan.

Program Jubah merupakan program sosial yang dijalankan secara kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu perangkat daerah yang berperan aktif dalam pendataan, verifikasi, serta pendampingan penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinsos PPPA KLU, Faturrahman, S.ST., menegaskan bahwa penerima bantuan Program Jubah telah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria kerentanan sosial dan kondisi hunian yang tidak layak. 

"Salah satu penerima manfaat kali ini adalah Butimah, warga Dusun Semokan, yang dinilai memenuhi syarat sebagai penerima bantuan bedah rumah," ujar Faturahman, Senin (02/02/2026).

Pembangunan rumah Butimah didukung pendanaan sekitar Rp20 juta yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Eka Jaya Fast Ferry. 

"Bantuan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu," katanya 

Sebelumya, dalam sambutannya waktu itu, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan apresiasi kepada PT Eka Jaya Fast Ferry dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Program Jubah. 

Ia menegaskan bahwa program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari partisipasi sukarela berbagai pihak.

“Program Jubah ini tidak didanai dari APBD, melainkan secara sukarela. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian sosial untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Najmul Jumat (30/01/2026).

Bupati juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, serta perusahaan yang memiliki program CSR, untuk ikut berpartisipasi mendukung program-program sosial pemerintah daerah, khususnya yang menyasar pemulihan pascagempa bumi.

Najmul mengungkapkan, hingga kini masih terdapat rumah warga di Lombok Utara yang belum tertangani sepenuhnya pascagempa. 

Melalui Program Jubah, pemerintah daerah berupaya melakukan pembangunan secara bertahap meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

“Walaupun dengan anggaran yang minim, ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Rumah yang dibangun melalui Program Jubah akan dilengkapi fasilitas dasar seperti dapur dan kamar mandi, meski sederhana,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bapprida KLU, Ir. Hermanto, dalam laporannya menyebutkan bahwa Program Jubah merupakan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara. Hingga saat ini, tercatat 92 lokasi telah diusulkan sebagai calon penerima bantuan.

Rinciannya, 18 lokasi di Kecamatan Pemenang, 29 lokasi di Kecamatan Tanjung, 26 lokasi di Kecamatan Gangga, 3 lokasi di Kecamatan Kayangan, dan 16 lokasi di Kecamatan Bayan. Dari jumlah tersebut, 44 unit rumah telah berhasil direalisasikan.

“Realisasi Program Jubah didukung oleh berbagai sumber pendanaan, seperti BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi NTB, BAZNAS KLU, PDAM, serta pihak swasta dan lembaga lainnya,” ungkap Hermanto.

Melalui peran aktif Dinsos PPPA KLU dan sinergi lintas sektor, Program Jubah diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga kurang mampu di Kabupaten Lombok Utara secara berkelanjutan. 


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close